Foto: Kepala Disdikbud Thauhid Afrilian Noor (Nur/Publiknews)
Publiknews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyalurkan program bantuan seragam dan perlengkapan sekolah bagi siswa baru tingkat PAUD, SD, hingga SMP.
Total anggaran yang disiapkan pada tahun ini mencapai Rp 61 miliar.
Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menjelaskan bahwa program ini merupakan janji politik yang direalisasikan pemerintah daerah.
Bantuan yang diberikan tidak hanya seragam, tetapi juga mencakup baju dinas, pramuka, batik, olahraga, serta perlengkapan lainnya seperti tas, sepatu, dan alat tulis.
“Besaran bantuannya adalah Rp1,8 juta untuk SMP, Rp1,5 juta untuk SD, dan Rp1,2 juta untuk PAUD. Dana sudah tersedia dan sebagian sudah masuk ke sekolah negeri, sementara untuk swasta akan menyusul pada APBD Perubahan,” jelas Thauhid pada Senin (29/9/2025).
Thauhid sapaan akrabnya menerangkan, nilai setiap item telah disesuaikan dengan hasil survei harga di pasaran. Misalnya, sepatu dipatok sekitar Rp200 ribuan karena sifatnya bantuan, sementara untuk seragam sudah dihitung sesuai standar yang berlaku.
Mekanisme penyaluran dana dilakukan melalui sekolah. Sekolah bertugas mengadakan barang sesuai kebutuhan siswa. Namun karena sebagian wali murid sudah lebih dulu melakukan pembelian, maka mekanisme yang berjalan saat ini berupa penggantian.
“Tahun depan mekanisme akan lebih rapi, termasuk pendataan ukuran seragam siswa sejak awal, sehingga saat masuk sekolah semua sudah seragam dan standar,” ungkap Thauhid.
Program ini menggunakan dana BOS Kabupaten (Boskap) yang berbeda dengan BOS pusat maupun BOS reguler. Untuk itu, pihaknya menekankan pentingnya penyusunan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) yang tepat agar penyaluran tidak terkendala.
“SPJ wajib dimasukkan, karena kalau tidak, maka dana tidak tersalurkan. Pengawasan dilakukan oleh tim verifikasi di tiap bidang,” terangnya.
Thauhid menegaskan, bantuan diberikan secara merata kepada seluruh siswa baru tanpa membedakan latar belakang ekonomi. Siswa kelas 2 dan seterusnya tidak termasuk dalam program ini.
Ia berharap langkah tersebut mampu meringankan beban orang tua sekaligus meningkatkan semangat anak-anak dalam menempuh pendidikan.
“Harapannya program ini bisa menekan angka putus sekolah. Dengan adanya seragam, tas, sepatu, dan perlengkapan, anak-anak tidak lagi terbebani biaya awal masuk sekolah. Orang tua pun lebih ringan, hanya tinggal memikirkan ongkos harian,” terangnya.
Selain itu, jika ke depan diperlukan penyesuaian besaran bantuan, cukup dilakukan melalui perubahan Surat Keputusan (SK) tanpa harus mengubah peraturan bupati.
“Tahun ini besaran bantuan masih tetap, tapi evaluasi tentu akan terus dilakukan agar pelaksanaannya semakin baik di tahun mendatang,” ujar Thauhid.
Melalui program ini, pemerintah berharap pendidikan di Kukar semakin inklusif dan terjangkau.
“Diharapkan siswa lebih semangat belajar, orang tua juga termotivasi untuk terus menyekolahkan anaknya. Namun tentu program baru ini harus dievaluasi bersama,” pungkasnya. (Adv/Nr)






Users Today : 522
Total Users : 432813
Views Today : 918
Total views : 1487573
Who's Online : 2