Foto : PPTK Analis Kebijakan Ahli Muda Disdikbud Kukar, Muhammad Iswan.
PUBLIKNEWS.CO, KUKAR – Di tengah arus transformasi digital, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong dunia pendidikan untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual.
Langkah ini diwujudkan melalui pendampingan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama yang mengedepankan pendekatan kreatif dan digital.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar menilai bahwa pembelajaran agama perlu menjawab tantangan zaman, salah satunya dengan menyentuh aspek keterampilan serta pemanfaatan media digital dalam penyampaian materi.
Analis Kebijakan Ahli Muda sekaligus Penjabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Muhammad Iswan, menyebut bahwa selama ini metode ceramah masih mendominasi pengajaran agama, padahal model pembelajaran harus terus berkembang agar lebih relevan dan menarik.
“Pembelajaran agama selama ini masih terlalu terpaku pada metode ceramah. Padahal, di era digital, proses belajar harus lebih interaktif dan menyentuh aspek keterampilan,” ungkap Iswan, Kamis (15/5/2025).
Melalui MGMP yang berlangsung dari 4 hingga 8 Mei, para guru didorong untuk menghasilkan media pembelajaran berbasis visual, seperti video praktik ibadah atau materi ajar digital yang bisa diakses siswa kapan pun. Guru juga dibekali pelatihan untuk mengembangkan metode kreatif yang lebih membumi namun tetap berakar pada nilai-nilai keagamaan.
Sebagai bagian dari komitmen digitalisasi, Disdikbud Kukar juga telah mendistribusikan perangkat Chromebook kepada siswa dan guru sebagai sarana penunjang belajar. Iswan menyampaikan bahwa perangkat tersebut bukan sekadar alat bantu, melainkan juga pintu masuk menuju sistem pembelajaran modern berbasis konten digital.
“Chromebook bukan hanya alat bantu, tapi juga menyediakan banyak materi yang bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran,” katanya.
Iswan menjelaskan, tujuan besar dari program ini adalah mencetak generasi muda yang tidak hanya memahami agama secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang kontekstual dan relevan.
“Kami ingin siswa dibekali dengan pengetahuan sekaligus keterampilan yang relevan,” ucapnya.
Terakhir Ia menekankan bahwa pendidikan agama kini menjadi lebih penting dari sebelumnya, bukan hanya sebagai pelengkap kurikulum, tetapi sebagai pilar pembentukan karakter di tengah derasnya tantangan moral global.
“Pendidikan agama menjadi benteng terakhir yang membentengi kehidupan anak-anak kita di tengah kondisi global yang mengkhawatirkan,” pungkasnya. (Adv)







Users Today : 121
Total Users : 486018
Views Today : 232
Total views : 1573746
Who's Online : 1