Foto : Lurah Melayu, Aditiya Rakhman.
PublikNews.Com, Kukar – Keberadaan kendaraan yang parkir sembarangan di badan jalan menjadi perhatian serius bagi Lurah Melayu, Aditiya Rakhman menyoroti banyaknya kendaraan yang diparkir dalam waktu lama di beberapa ruas jalan di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), seperti di Jalan Imam Bonjol.
Meski pemerintah telah melakukan pelebaran jalan untuk memperlancar arus lalu lintas, banyak pengendara justru memanfaatkan area tersebut sebagai tempat parkir. Bahkan, beberapa kendaraan parkir hingga naik ke trotoar, menghambat mobilitas pejalan kaki dan pengguna jalan lainnya.
“Ada beberapa jalan yang sudah diperlebar, tetapi kendaraan malah diparkir lama di pinggir jalan, bahkan ada yang sampai naik ke trotoar,” ujar Aditiya pada Senin (24/3/2025).
Untuk mengatasi permasalahan ini, pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan ketua RT setempat agar mengimbau warga untuk lebih tertib dalam memarkir kendaraan. Dinas Perhubungan (Dishub) juga terus melakukan patroli dan menertibkan kendaraan yang parkir di trotoar atau menghambat lalu lintas.
“Kami sudah meminta RT-RT untuk mengingatkan warganya agar lebih disiplin. Dishub juga rutin melakukan patroli, dan jika ada kendaraan yang parkir di trotoar, akan langsung ditertibkan,” tambahnya.
Aditiya menegaskan bahwa parkir di pinggir jalan masih diperbolehkan dalam kondisi tertentu, tetapi tidak boleh sampai mengganggu arus kendaraan atau digunakan sebagai tempat parkir pribadi dalam jangka waktu lama.
“Kalau sekadar parkir sebentar mungkin masih bisa ditoleransi, tapi jangan sampai kendaraan dibiarkan bermalam di jalan karena ini bukan lahan parkir pribadi,” tegasnya.
Ia juga menyadari bahwa beberapa pemilik kendaraan kehilangan area parkir mereka akibat pelebaran jalan, terutama bagi yang sebelumnya memanfaatkan lahan di atas parit. Namun, ia menekankan bahwa ruang jalan harus tetap digunakan sebagaimana mestinya agar lalu lintas tetap lancar.
“Beberapa warga memang kehilangan garasi karena pelebaran jalan, tapi itu memang merupakan haknya parit. Jadi, kita harus mencari solusi agar kendaraan tidak mengganggu lalu lintas,” jelasnya.
Dengan adanya patroli Dishub dan pemasangan rambu-rambu lalu lintas di beberapa titik, kondisi jalan di Kelurahan Melayu mulai menunjukkan perbaikan.
“Alhamdulillah, dengan patroli dan pemasangan rambu-rambu, kondisi di beberapa titik sudah mulai terurai dan lebih tertib,” tandasnya. (Adv)






Users Today : 547
Total Users : 411930
Views Today : 1049
Total views : 1450728
Who's Online : 6