Publiknews.co Samarinda – Rencana Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) untuk memangkas anggaran akibat defisit keuangan mendapat perhatian serius dari DPRD Kalimantan Timur.
Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin, menegaskan agar program Beasiswa Kukar Idaman tetap menjadi prioritas utama meski daerah tengah menghadapi tekanan fiskal.
Pernyataan tersebut disampaikannya usai mengikuti Rapat Paripurna ke-30 DPRD Kaltim pada Jumat, 15 Agustus 2025.
Ia merespons kekhawatiran publik atas wacana pengurangan anggaran beasiswa yang mencuat sejak awal Agustus lalu.
“Program beasiswa sebaiknya tetap dijalankan. Apabila memang harus ada penyesuaian, hendaknya dilakukan pada kegiatan yang tidak bersifat mendesak, bukan pada hak pendidikan masyarakat,” ujarnya dengan tegas.
Salehuddin menilai beasiswa memiliki manfaat sosial yang besar karena menyentuh langsung kebutuhan warga.
Oleh sebab itu, ia menyarankan agar penghematan anggaran difokuskan pada pos belanja non-prioritas, seperti perjalanan dinas maupun kegiatan seremonial.
“Apabila Pemkab Kukar benar-benar berkomitmen memprioritaskan beasiswa, maka program lain yang tidak wajib dapat dikurangi. Jangan sampai program strategis seperti ini dikorbankan,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa bulan Agustus merupakan masa penting bagi mahasiswa untuk memenuhi pembayaran biaya kuliah dan kebutuhan pendidikan lainnya.
Menurutnya, keterlambatan pencairan beasiswa bisa berdampak langsung terhadap kelanjutan studi penerima manfaat.
“Untuk teknis pelaksanaannya, kami serahkan kepada pemerintah daerah. Namun prinsipnya, jumlah penerima maupun nominal bantuan harus tetap terjaga,” pungkas mantan Ketua DPRD Kukar tersebut.
(AdvDPRDKaltim).







Users Today : 578
Total Users : 492834
Views Today : 930
Total views : 1586884
Who's Online : 2