KET Foto,Ketua Komisi 1V ,Novan Syahronny Pasie
Publiknews.co Samarinda – DPRD Samarinda menilai persoalan banjir yang terus berulang di SMP Negeri 24 Samarinda tidak dapat diselesaikan hanya melalui perbaikan bangunan sekolah. Diperlukan langkah penanganan jangka panjang yang mampu mengatasi penyebab utama genangan, yakni kondisi lahan sekolah yang berada pada wilayah dengan elevasi rendah.
Sekolah yang berlokasi di Jalan Pangeran Suryanata tersebut selama ini kerap terdampak banjir ketika curah hujan meningkat. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan lingkungan sekolah, tetapi juga menghambat kelangsungan proses belajar mengajar.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mengatakan penyelesaian persoalan harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada rehabilitasi ruang kelas maupun fasilitas pendidikan.
Menurutnya, selama lokasi sekolah tetap berada pada kawasan yang rawan tergenang, risiko banjir akan terus muncul meskipun bangunan telah diperbaiki.
“Apabila mempertimbangkan solusi jangka panjang, relokasi sekolah merupakan pilihan yang paling ideal. Namun hingga saat ini pemerintah daerah masih menghadapi kendala karena belum tersedia lokasi pengganti yang memenuhi kebutuhan,” ujar Novan, Selasa (16/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa apabila sekolah tetap dipertahankan di lokasi saat ini, pemerintah harus menyiapkan pekerjaan yang jauh lebih kompleks, seperti peninggian lahan, pembangunan sistem drainase yang lebih memadai, hingga penataan kawasan secara menyeluruh agar genangan tidak kembali terjadi setiap musim hujan.
Menurut Novan, upaya tersebut membutuhkan anggaran yang tidak sedikit sehingga pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Ia menambahkan bahwa pemerintah kota saat ini masih memprioritaskan penyelesaian sejumlah kewajiban fiskal sehingga beberapa proyek pembangunan berskala besar belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
“Ketika kondisi fiskal daerah telah lebih stabil, berbagai program pembangunan yang menjadi prioritas tentu dapat kembali dilaksanakan sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia,” katanya.
Oleh karena itu, DPRD belum dapat memastikan apakah penanganan SMP Negeri 24 akan masuk dalam program prioritas pada tahun anggaran 2027. Keputusan tersebut, menurut Novan, masih akan dibahas lebih lanjut bersama pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan, termasuk mengenai skema pembiayaan serta bentuk penanganan yang akan dipilih.
Ia menegaskan bahwa penyelesaian persoalan SMP Negeri 24 harus berorientasi pada solusi permanen agar anggaran yang dikeluarkan benar-benar mampu mengatasi akar permasalahan.
“Penanganan sekolah ini tidak cukup hanya melalui pembangunan gedung. Penataan kawasan secara menyeluruh juga harus menjadi bagian dari solusi agar persoalan banjir dapat diselesaikan secara tuntas,” pungkasnya.
DPRD berharap langkah yang nantinya dipilih pemerintah tidak hanya meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh peserta didik.(adv/ayii)








Users Today : 240
Total Users : 458076
Views Today : 716
Total views : 1529242
Who's Online : 2