Foto : Sambutan Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor.
PUBLIKNEWS.CO, KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya membentuk generasi muda yang berkarakter dan berbudaya lewat ajang pemilihan Duta Budaya.
Kegiatan tahunan ini tak sekadar ajang seleksi, melainkan medium strategis untuk mendekatkan nilai-nilai kebudayaan kepada anak muda Kukar.
Gelaran Grand Final Duta Budaya Kukar 2025 yang berlangsung di Taman Tanjong, Tenggarong ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya kini menyatu dalam pembangunan sumber daya manusia. Tahun ini, sosok Sadi Sengkaka ditetapkan sebagai wakil Kukar untuk melaju ke tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, Thauhid Afrilian Noor mengatakan, kegiatan ini mencerminkan arah pembangunan Kukar yang mengintegrasikan budaya sebagai bagian dari pendidikan karakter generasi muda.
“Ini bukan hanya tentang menang atau kalah, tapi bagaimana anak-anak kita punya kesadaran dan kebanggaan terhadap budayanya sendiri,” ujar Thauhid, saat berikan sambutannya, pada Sabtu (25/5/2025).
Ia menyebut, Kukar selama dua tahun berturut-turut berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi. Pada 2023, Kukar meraih juara satu, dan tahun lalu, baik wakil laki-laki maupun perempuan berhasil membawa pulang gelar juara Duta Budaya Kalimantan Timur.
Ajang Duta Budaya ini juga memiliki makna simbolik dalam puncak perayaan budaya seperti Festival Erau. Kehadiran para duta, yang biasanya mendapat perhatian langsung dari Bupati dan Sultan, menegaskan bahwa budaya adalah kebanggaan sekaligus kekuatan sosial masyarakat Kukar.
Thauhid menambahkan, pemilihan duta bukanlah kegiatan seremonial semata. Ia mengungkapkan bahwa ini adalah agenda tetap yang bertujuan mencetak pemimpin muda yang memahami nilai lokal dan mampu menginspirasi generasinya.
Di tengah derasnya arus modernisasi dan digitalisasi, menurut Thauhid, pelibatan generasi muda dalam ajang kebudayaan adalah langkah penting agar identitas daerah tidak tergerus oleh globalisasi.
Pemerintah Kabupaten Kukar juga membuka ruang kolaborasi dengan sektor pendidikan dan komunitas budaya dalam memperluas dampak dari program ini. Ia menilai pentingnya menyelaraskan pelestarian budaya dengan pengembangan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
“Duta Budaya ini bukan simbol semata. Mereka adalah representasi nilai, etika, dan karakter masyarakat Kukar. Mari kita jadikan budaya sebagai kekuatan untuk masa depan,” pungkas Thauhid. (Adv)







Users Today : 133
Total Users : 486030
Views Today : 271
Total views : 1573785
Who's Online : 4