Foto: Kabid Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar, Dery Wardhana.
PublikNews. Co, Kukar – Di tengah dinamika perkembangan ekonomi kreatif, semangat kewirausahaan di kalangan pemuda Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan geliat positif.
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar menangkap potensi ini dengan mendorong lahirnya ekosistem kewirausahaan muda berbasis komunitas melalui pengembangan sentra usaha.
Salah satu bentuk konkret dari inisiatif ini adalah kehadiran Teras Kota Bangun, sebuah sentra kegiatan ekonomi yang dikelola langsung oleh para pemuda. Bukan sekadar ruang usaha, tempat ini dirancang sebagai simpul gerakan kolaboratif yang menggabungkan kreativitas, pelatihan, dan pengembangan jejaring usaha.
“Kami ingin pemuda tidak lagi melihat usaha sebagai jalan sendiri. Mereka perlu ruang bersama, berbagi ide, dan tumbuh dalam komunitas yang saling mendukung,” ungkap Kepala Bidang Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar, Dery Wardhana, pada Jumat (11/4/2025).
Dispora Kukar memandang bahwa keberhasilan wirausaha muda bukan hanya soal modal atau alat, tetapi lebih pada konsistensi, pemahaman, dan dukungan dari lingkungan sekitar. Maka dari itu, pendekatan mereka menekankan pembinaan jangka panjang dan sinergi antara pemuda, komunitas, serta instansi pendukung.
Tahun ini, Dispora akan menggelar pelatihan intensif pada 15–18 Mei 2025. Materi pelatihan berfokus pada aspek manajemen dasar, pemetaan potensi usaha, serta praktik tata kelola bisnis yang berkelanjutan. Semua peserta akan diarahkan untuk tergabung dalam Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri sebagai wadah pembinaan lanjutan.
“Bukan hanya pelatihan sekali jalan. Kami ingin mereka masuk ekosistem yang terus bergerak. Dari situ kita lihat siapa yang serius, siapa yang konsisten, baru kemudian diberi dukungan lanjutan seperti alat atau modal usaha,” jelas Dery.
Sejak 2022, pendekatan kolaboratif ini telah melibatkan lebih dari 2.000 pemuda wirausaha di berbagai kecamatan. Mereka tidak sekadar peserta program, tapi menjadi mitra aktif dalam pengembangan gerakan ekonomi berbasis pemuda.
“Yang paling kami banggakan adalah keterlibatan aktif komunitas. Kita tidak bisa bangun usaha sendiri-sendiri. Lewat komunitas, ide berkembang, jejaring terbuka, dan semangat tumbuh bersama,” tutup Dery. (Adv)







Users Today : 95
Total Users : 489572
Views Today : 278
Total views : 1580287
Who's Online : 1