Foto: Kepala DPMD Kukar, Arianto.
PUBLIKNEWS.CO, KUKAR – Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 di Kutai Kartanegara (Kukar) tak hanya menjadi ajang seremonial tahunan.
Dalam kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi program kerja PKK dan mendorong tumbuhnya produk unggulan UMKM lokal.
Kegiatan yang dihadiri perwakilan dari 20 kecamatan se-Kukar ini berlangsung di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Muara Badak, pada Sabtu (31/5/2025).
Selain diwarnai senam bersama dan pembagian doorprize, momen ini juga menjadi sarana silaturahmi antarkader dan perangkat desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menyebutkan kegiatan ini penting untuk melihat sejauh mana lima Kelompok Kerja (Pokja) PKK dilaksanakan oleh masing-masing kecamatan.
Evaluasi dilakukan terhadap bidang penghayatan Pancasila, gotong royong, pendidikan, ekonomi, hingga kehidupan berkoperasi.
Meski berlangsung meriah, muatan substansial kegiatan ini justru terletak pada penilaian kinerja PKK yang mencerminkan keberhasilan pemberdayaan keluarga.
“PKK bukan hanya soal kegiatan sosial, tapi tentang bagaimana organisasi ini menyentuh langsung kehidupan warga,” ujarnya.
Salah satu fokus utama adalah peningkatan keterampilan dan ekonomi keluarga yang diwujudkan melalui Program P2K (Peningkatan Keterampilan). Dalam kegiatan ini, kecamatan-kecamatan bersaing menampilkan produk terbaik mereka sebagai bukti kerja nyata kader di lapangan.
Banyak produk UMKM lokal yang berhasil mencuri perhatian pengunjung. Mulai dari olahan makanan khas, kerajinan tangan, hingga inovasi produk rumah tangga hasil kreasi ibu-ibu PKK. Event ini pun menjadi ajang promosi potensial bagi produk desa.
Namun, tantangan besar masih menanti. Menurut Arianto, konsistensi dan keberlanjutan program PKK menjadi kunci. Evaluasi tahunan ini harus diteruskan dengan pembinaan dan pendampingan intensif agar program tidak berhenti hanya di ajang lomba.
Selain soal ekonomi, nilai-nilai gotong royong dan semangat kebersamaan menjadi benang merah dari pelaksanaan HKG PKK. Ia menilai kegiatan ini mampu merajut kembali tali sosial yang sering kali renggang di tengah kesibukan masing-masing wilayah.
Pemerintah daerah pun diharapkan lebih aktif menjalin kolaborasi dengan PKK, terutama dalam penguatan kapasitas kader dan fasilitasi pasar bagi produk UMKM lokal.
“Kalau pemerintah dan PKK jalan bersama, saya yakin dampaknya akan terasa lebih luas,” ucap Arianto.
Ia berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi titik tolak untuk meningkatkan kualitas program dan memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah.
“Kita ingin PKK jadi motor perubahan yang manfaatnya betul-betul dirasakan masyarakat,” tutupnya. (Adv)







Users Today : 221
Total Users : 511303
Views Today : 270
Total views : 1619567
Who's Online : 5