Publiknews.co Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda mendapatkan apresiasi dari anggota DPRD Kalimantan Timur daerah pemilihan Samarinda, Jahidin, atas upaya serius dalam menangani persoalan banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.
Menurutnya, Pemerintah Kota menunjukkan komitmen tinggi melalui pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur yang berlangsung secara intensif, bahkan hingga malam hari.
Hal ini mencerminkan kesungguhan dalam merespons kondisi geografis Samarinda yang berada di dataran rendah dengan curah hujan yang cukup tinggi.
“Kondisi topografi Samarinda memang menjadi tantangan tersendiri, namun saya melihat Pemerintah Kota tidak tinggal diam. Mereka aktif melakukan berbagai perbaikan, bahkan pekerjaan dilakukan hingga larut malam,”ujar Jahidin, Sabtu (8/6/2025).
Ia mengungkapkan bahwa pekerjaan revitalisasi drainase di sejumlah titik, seperti di Jalan Ir H Juanda dekat Universitas 17 Agustus, masih terus berlangsung meskipun waktu telah malam.
Alat berat tetap dioperasikan untuk mempercepat penyelesaian proyek.
“Langkah ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan wujud nyata dari pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Saya menyaksikan langsung bagaimana para pekerja tetap menjalankan tugasnya pada malam hari untuk mempercepat pembangunan saluran air,”jelasnya.
Jahidin, yang juga merupakan legislator dari Fraksi PKS, menilai bahwa meskipun banjir belum sepenuhnya teratasi, namun ada perbaikan yang signifikan.
Genangan air yang sebelumnya bertahan berhari-hari kini surut dalam waktu yang lebih singkat.
“Dulu air bisa menggenang hingga empat hari. Saat ini, hanya dalam satu hingga dua jam, air sudah surut. Ini perkembangan yang patut dihargai,”ungkapnya.
Ia juga menyoroti peristiwa banjir yang terjadi pada 12 dan 27 Mei lalu, di mana ketinggian air sempat mencapai 50 hingga 100 sentimeter di sejumlah wilayah seperti Jalan DI Panjaitan, Mugirejo, Air Hitam, P. Suryanata, Pasar Pagi, serta sekitaran Sungai Karang Mumus dan Bengkuring.
Selain itu, terdapat pula lima insiden longsor dan satu pohon tumbang yang tercatat.
Jahidin menambahkan bahwa dampak banjir turut dirasakan di sektor pendidikan.
Beberapa sekolah di kawasan Palaran, seperti SMPN 13, SDN 05, dan SDN 019, mengalami gangguan dalam kegiatan belajar mengajar akibat tergenangnya halaman dan ruang kelas.
Melihat kompleksitas permasalahan banjir di Samarinda, ia mendorong agar kolaborasi lintas sektor terus diperkuat.
Sejumlah proyek besar seperti normalisasi Sungai Karang Mumus, pembangunan kolam retensi di Pampang, serta peningkatan sistem drainase di wilayah-wilayah rawan banjir harus terus diawasi pelaksanaannya secara berkelanjutan.
“DPRD akan terus mengawal pelaksanaan program-program penanggulangan banjir ini. Infrastruktur yang mendukung pengendalian banjir adalah kebutuhan esensial warga dan harus menjadi prioritas utama,”tegasnya.
Selain itu, Jahidin juga mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan demi mendukung upaya pemerintah.
“Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan. Jangan membuang sampah sembarangan. Pemerintah telah menunjukkan komitmen, kini saatnya kita turut menjaga dan merawat lingkungan bersama-sama,”tutupnya.
Penulis Nisnun Editor Redaksi PN






Users Today : 394
Total Users : 441568
Views Today : 819
Total views : 1502131
Who's Online : 4