Publiknews.co Samarinda – Ketahanan pangan di Kalimantan Timur dinilai masih berada dalam posisi rentan, terlebih di tengah percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menekankan pentingnya langkah strategis berbasis teknologi untuk memperkuat sektor pertanian sebagai penopang utama kebutuhan pangan wilayah.
Menurut Ananda, pengelolaan pertanian di Kaltim selama ini belum ditopang oleh data yang memadai.
Minimnya pemetaan lahan secara digital menyebabkan kebijakan sektor pangan cenderung bersifat jangka pendek dan tidak terukur. Akibatnya, banyak lahan produktif beralih fungsi tanpa kontrol yang jelas.
“Kita tidak bisa bicara ketahanan pangan tanpa tahu persis potensi lahan kita. Tanpa data, semua hanya spekulasi,”ujarnya.
Ia menegaskan, sistem pemetaan digital yang mencakup luas lahan, tingkat kesuburan tanah, hingga jenis komoditas yang cocok di setiap wilayah, harus menjadi prioritas.
Dengan informasi akurat, pengambilan kebijakan bisa lebih terarah dan efisien.
Ananda juga menyoroti dampak jangka panjang dari pembangunan fisik IKN terhadap ketersediaan lahan pertanian.
Meski beberapa wilayah seperti Kukar, PPU, dan Paser disebut sebagai lumbung pangan, potensi kawasan lain masih belum dimaksimalkan karena tidak adanya basis data yang kuat.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk segera membangun sistem informasi pertanian terpadu sebagai pijakan pengembangan kawasan food estate.
Langkah ini dinilainya penting untuk menciptakan sistem distribusi pangan yang mandiri dan berkelanjutan, khususnya untuk mendukung kebutuhan IKN di masa depan.
“Ketahanan pangan bukan sekadar wacana pembangunan, tapi isu strategis yang menyangkut masa depan daerah. Kalau kita tak berdaulat secara pangan, kita akan selalu bergantung pada pasokan luar,”tegasnya.
Ananda menyebut keberpihakan terhadap petani lokal dan perlindungan terhadap lahan produktif harus menjadi bagian dari kebijakan yang menyeluruh.
Dengan pendekatan berbasis data dan dukungan politik yang konsisten, ia percaya Kaltim bisa tumbuh sebagai lumbung pangan baru di tingkat nasional.
Penulis Nisnun Editor Redaksi PN






Users Today : 139
Total Users : 486036
Views Today : 297
Total views : 1573811
Who's Online : 2