Foto: Stand Disdikbud Kukar pada Expo Erau Adat Kutai 2025 di Stadion Rondong Demang (Nur/Publiknews)
Publiknew.co, Kutai Kartanegara – Stand Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi salah satu yang mencuri perhatian di Expo Erau 2025.
Dengan mengangkat tema “Menjaga Marwah Peradaban Nusantara,” pengunjung disuguhkan jejak sejarah dan budaya dalam satu ruang pamer.
Di antara koleksi yang dipamerkan, terdapat tajau atau kuci kayu yang pada masa lalu dipakai masyarakat Dayak dalam prosesi kematian. Ada juga kepelak, peti mati tradisional, serta miniatur rumah adat Dayak Benua yang menampilkan detail arsitektur khas suku asli Kalimantan Timur.
Pojok lain stand menghadirkan karya tekstil, mulai dari lembuswarna hingga batik Wakaroros. Motif batik ini langsung memikat pengunjung karena coraknya yang unik dan sarat filosofi budaya Kutai. Banyak yang berhenti cukup lama hanya untuk memotret atau sekadar melihat lebih dekat setiap detailnya.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Bidang Cagar Budaya, Muhammad Fahrizal, menyebutkan bahwa tahun ini pihaknya memang ingin menghadirkan nuansa berbeda.
“Stand kami sepenuhnya diisi oleh bidang kebudayaan. Kami ingin masyarakat bisa melihat langsung benda-benda bersejarah sekaligus karya seni khas Kutai,” terangnya saat ditemui di arena pameran, Senin (22/9/2025).
Menurutnya, Expo Erau menjadi momen tepat untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang budaya lokal.
“Kami juga berkolaborasi dengan Museum Kayu Tenggarong dan pengrajin batik di Tenggarong, supaya yang ditampilkan lebih kaya dan beragam,” ungkapnya.
Suasana pameran terasa hidup. Anak-anak sekolah yang datang berkunjung tampak antusias mendengarkan penjelasan pemandu tentang fungsi setiap benda. Sementara itu, kaum muda lebih banyak tertarik pada batik dan miniatur rumah adat yang dinilai instagramable.
Keikutsertaan Disdikbud Kukar dalam Expo Erau sudah menjadi agenda tahunan. Tahun lalu, mereka sempat menampilkan karya dari bidang pendidikan, termasuk kreativitas anak-anak PAUD. Kali ini, fokus penuh pada kebudayaan, sejalan dengan tema besar Erau 2025 yang menitikberatkan pada pelestarian adat.
“Harapan kami, stand ini bisa menjadi ruang edukasi sekaligus hiburan. Masyarakat tidak hanya mengenal benda-benda budaya dari cerita, tapi bisa menyentuh dan melihat langsung,” ujar Fahrizal.
Diketahui media ini, Expo Erau 2025 tersebut akan berlangsung hingga 27 September mendatang. (Adv/Nr)






Users Today : 404
Total Users : 432695
Views Today : 654
Total views : 1487309
Who's Online : 8