Publiknews.co Samarinda — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda menyoroti skema pengelolaan aset milik Perusahaan Umum Daerah (Perusda) Varia Niaga yang dinilai belum memberikan manfaat optimal bagi daerah. Kritik ini muncul karena aset pemerintah yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hanya memberikan kontribusi kecil terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Samarinda, Ahmad Sukamto, menilai kondisi tersebut tidak rasional dan perlu segera dibenahi. Hal ini terungkap dalam pembahasan kinerja Varia Niaga pada Selasa (28/4/2026), seiring dengan rendahnya sumbangsih perusahaan tersebut terhadap PAD.
Berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025, Varia Niaga hanya menyumbang sekitar Rp500 juta. Angka tersebut dinilai belum mencerminkan potensi besar dari aset yang dikelola.
“Berdasarkan LKPJ Tahun 2025, kontribusi terhadap PAD hanya berkisar Rp500 juta. Nilai tersebut sangat kecil apabila dibandingkan dengan potensi aset yang dimiliki,” ujar Ahmad Sukamto pada Rabu (29/4/2026).
Selain itu, DPRD juga menyoroti skema kerja sama yang saat ini diterapkan. Aset milik pemerintah daerah yang dibangun dari APBD justru dikelola oleh pihak lain, sementara pemerintah hanya memperoleh sekitar 10 persen dari hasil pengelolaan.
“Apabila aset tersebut merupakan milik pemerintah dan pembangunannya bersumber dari APBD, maka tidak sepatutnya daerah hanya menerima sekitar 10 persen dari hasil pengelolaan,” tegasnya.
Melihat kondisi tersebut, DPRD mendorong adanya perubahan mendasar dalam skema kerja sama. Pola yang selama ini berbasis fee dinilai perlu diubah menjadi sistem bagi hasil yang lebih adil dan transparan. Bahkan, opsi pembagian keuntungan secara seimbang dinilai layak untuk dipertimbangkan.
“Ke depan, skema kerja sama perlu diarahkan pada sistem bagi hasil yang lebih proporsional, bukan sekadar pemberian fee dalam jumlah kecil. Prinsip utamanya adalah memberikan manfaat yang optimal bagi daerah,” jelas Ahmad.
Ia juga menegaskan bahwa Varia Niaga memiliki potensi besar dalam mengelola aset strategis milik pemerintah daerah. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal akibat skema kerja sama yang belum proporsional serta minimnya transparansi dalam perhitungan keuntungan.
“Potensi yang dimiliki cukup besar, namun belum dimaksimalkan. Diperlukan perbaikan menyeluruh agar kontribusi terhadap PAD dapat meningkat secara signifikan,” pungkasnya.
Sebagai tindak lanjut, DPRD mendorong dilakukannya evaluasi komprehensif terhadap seluruh perjanjian kerja sama yang saat ini berjalan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kontribusi Varia Niaga terhadap PAD Kota Samarinda sehingga lebih sejalan dengan nilai aset yang dikelola.(advdprdsamarinda)
Penulis Nisnun Editor Redaksi







Users Today : 409
Total Users : 418204
Views Today : 907
Total views : 1461859
Who's Online : 9