Publiknews.co Samarinda — Pembangunan jembatan kembar yang menghubungkan Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, dengan Kecamatan Sandaran, Kutai Timur, dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat pesisir.
Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Makmur HAPK, meyakini keberadaan jembatan tersebut akan memperkuat keterhubungan antarwilayah sekaligus mempercepat akses wisatawan ke berbagai destinasi unggulan di wilayah Berau.
“Selama ini, warga di Biduk-Biduk masih sangat bergantung pada transportasi sungai. Ketergantungan ini menjadi kendala dalam distribusi hasil tangkapan laut dan kunjungan wisatawan ke sejumlah pulau eksotis di kawasan Berau,” ujar Makmur saat ditemui, Senin (14/7/2025).
Ia menambahkan, dengan selesainya pembangunan jembatan, aksesibilitas dan kenyamanan baik bagi penduduk setempat maupun pengunjung akan jauh lebih baik.
“Selama ini masyarakat menggunakan perahu atau kapal kecil untuk bepergian. Jika jembatan ini beroperasi, tentu akan mempermudah aktivitas dan meningkatkan daya tarik bagi wisatawan,” lanjutnya.
Makmur juga menyoroti potensi kelautan di wilayah Biduk-Biduk yang cukup besar dan turut berkontribusi terhadap kebutuhan pasar di Samarinda.
“Kalau kita perhatikan, banyak hasil laut yang dijual di Pasar Segiri atau Selili ternyata berasal dari Berau. Ini menunjukkan daerah tersebut punya peran penting, namun aksesibilitasnya masih belum optimal,” ungkapnya.
Ia menyayangkan proyek pembangunan jembatan yang baru digarap belakangan ini, padahal kebutuhan akan infrastruktur tersebut sudah lama dirasakan oleh masyarakat.
Beberapa kendala teknis dan administratif sempat menjadi penghambat, sebelum akhirnya proyek ini mendapat dukungan dari pemerintah pusat dan mulai dikerjakan dengan target selesai akhir 2025.
“Jika pembangunannya rampung sesuai jadwal, saya yakin jumlah kunjungan wisatawan akan meningkat pesat. Sekarang saja, meskipun akses masih terbatas, kendaraan wisata tetap berdatangan setiap waktu,” ujarnya.
Makmur pun berharap jembatan ini dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata dan perikanan.
Ia menegaskan, kemajuan infrastruktur menjadi faktor utama dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
“Konektivitas adalah kunci utama. Begitu akses dibuka, sektor-sektor lain akan turut berkembang,” tandasnya.
Penulis Nisnun Editor Redaksi






Users Today : 258
Total Users : 513464
Views Today : 334
Total views : 1625444
Who's Online : 4