Publiknews.co Samarinda — Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mendorong Pemerintah Kota untuk segera membangun rumah singgah yang representatif sebagai bagian dari upaya penanganan masalah sosial seperti anak jalanan dan warga terlantar yang masih kerap ditemukan di lapangan.
Menurut Novan, terbatasnya fasilitas penampungan menyebabkan pelayanan sosial tidak dapat dilakukan secara optimal dan hanya bersifat sementara.
“Harapan kami, pada periode 2026 hingga 2029 mendatang, Pemerintah Kota sudah memiliki rumah singgah dengan fasilitas yang lebih memadai. Saat ini kondisinya masih jauh dari ideal,” kata Novan, Selasa, (15/7/2025).
Ia menekankan pentingnya rumah singgah yang dikelola langsung oleh pemerintah kota agar proses pelayanan sosial dapat berjalan lebih terkoordinasi, terstruktur, dan berkelanjutan.
Saat ini, menurutnya, masih terdapat ketergantungan terhadap lembaga sosial milik provinsi maupun yayasan swasta.
“Salah satu kendala yang kami soroti adalah durasi penanganan yang sangat terbatas, maksimal hanya 14 hari. Setelah itu, tindak lanjut penanganannya dilimpahkan ke yayasan yang dikelola oleh provinsi,” jelasnya.
Novan juga mengungkapkan bahwa hingga kini Pemkot Samarinda belum memiliki lembaga rehabilitasi sosial sendiri, padahal kebutuhan pelayanan di sektor tersebut terus meningkat.
Akibatnya, sebagian besar penanganan sosial masih bergantung pada kerja sama dengan pihak ketiga.
Meski demikian, Novan tetap memberikan apresiasi terhadap kinerja Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) yang dinilai telah bekerja keras meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan infrastruktur.
“Sudah saatnya pemerintah kota mulai merancang pembangunan rumah singgah yang layak. Ke depan, kami juga akan mendorong peningkatan sinergi antara pemerintah kota dan pemerintah provinsi agar penanganan sosial dapat dilakukan lebih menyeluruh,” pungkasnya
Penulis Nisnun Editor Redaksi






Users Today : 257
Total Users : 513463
Views Today : 326
Total views : 1625436
Who's Online : 3