Ket. foto: Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin.
Publiknews.co Samarinda, — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperluas cakupan layanan kesehatan gratis melalui program Gratispol.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah pembangunan rumah sakit provinsi di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), guna memastikan masyarakat di wilayah pedalaman memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih mudah dan merata.
Rumah sakit tersebut direncanakan menjadi pusat layanan rujukan bagi warga di kawasan barat Kaltim, yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh menuju ibu kota provinsi untuk mendapatkan layanan kesehatan berkualitas.
Fasilitas kesehatan baru ini akan dibangun di Kecamatan Bongan, dengan nilai anggaran mencapai sekitar Rp297 miliar.
Pemerintah provinsi telah menyiapkan lahan seluas 70 hektare, meskipun proses administrasi pengalihan aset masih berlangsung mengingat lahan tersebut masih tercatat sebagai milik Kementerian Transmigrasi.
Pemprov saat ini tengah mempercepat proses hibah agar pembangunan dapat segera dimulai.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menegaskan bahwa percepatan penyelesaian status lahan menjadi faktor utama agar jadwal pembangunan tidak mengalami penundaan dan layanan Gratispol dapat segera dinikmati masyarakat Kutai Barat.
“Lahan yang akan digunakan masih tercatat sebagai aset Kementerian Transmigrasi. Kami akan berkoordinasi langsung ke Jakarta untuk mengajukan pelepasan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) dan memohon agar lahan tersebut dapat dihibahkan kepada Pemprov,” ujar Jaya, Sabtu (29/11/2025).
Ia menambahkan bahwa studi kelayakan pembangunan rumah sakit telah selesai.
Saat ini, penyusunan Detail Engineering Design (DED) masih berlangsung sebagai langkah percepatan menuju tahap konstruksi.
Targetnya, pembangunan fisik dapat dimulai pada pertengahan tahun 2025 sehingga fasilitas tersebut dapat segera beroperasi mendukung layanan kesehatan gratis.
Selain pembangunan infrastruktur, Pemprov Kaltim juga tengah mempersiapkan penambahan tenaga kesehatan.
Saat ini, Kutai Barat hanya memiliki sekitar 70 tenaga kesehatan yang dinilai belum mencukupi kebutuhan pelayanan rumah sakit provinsi.
Rekrutmen akan dilakukan melalui jalur CPNS maupun pemindahan aparatur dari kabupaten dan kota.
“Tenaga kesehatan akan dipenuhi melalui seleksi CPNS dan mekanisme pemindahan pegawai dari rumah sakit serta Dinas Kesehatan kabupaten dan kota,” jelas Jaya.
Jaya menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit provinsi ini merupakan langkah penting dalam memperluas akses Gratispol, terutama bagi masyarakat di wilayah yang selama ini harus menempuh perjalanan panjang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di Samarinda.
“Percepatan pembangunan sangat diperlukan agar masyarakat yang tinggal jauh dari Samarinda dapat segera merasakan manfaat program Gratispol melalui layanan rumah sakit milik pemerintah provinsi,” tegasnya.
Melalui percepatan ini, Pemprov Kaltim menetapkan target baru.
Bila sebelumnya rumah sakit diproyeksikan selesai pada 2029, kini penyelesaiannya ditargetkan pada 2027.
Selain pembangunan di Kutai Barat, hingga 2030 Pemprov berencana membangun tiga rumah sakit provinsi tambahan, termasuk satu fasilitas di Mahakam Ulu yang akan didanai oleh kementerian.
Dengan kehadiran rumah sakit provinsi di Kutai Barat, pemerintah berharap layanan kesehatan gratis melalui Gratispol dapat tersalurkan secara lebih merata dan mudah dijangkau oleh masyarakat di seluruh wilayah Kaltim.
(Adv/DprdKaltim/Ca)






Users Today : 21
Total Users : 405834
Views Today : 35
Total views : 1436110
Who's Online : 9