Publiknews.co Samarinda – Pendidikan karakter anak tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada sekolah.
Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan, yang menekankan bahwa keberhasilan pembentukan moral generasi muda sangat bergantung pada kolaborasi yang erat antara guru dan orang tua.
Menurutnya, guru memiliki peran strategis sebagai pendidik yang bukan hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai etika, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Namun, waktu interaksi yang terbatas antara guru dan siswa menjadikan peran keluarga sangat vital dalam memperkuat nilai-nilai tersebut di lingkungan rumah.
“Guru memang memiliki tugas membentuk karakter siswa, tapi mereka tidak bisa bekerja sendirian. Lingkungan keluarga harus menjadi perpanjangan tangan dari proses pendidikan di sekolah,”ujar Agusriansyah.
Ia menyayangkan masih banyak anggapan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab mutlak sekolah.
Padahal, lanjutnya, pembentukan kepribadian anak yang utuh tidak mungkin berhasil jika keluarga abai terhadap perannya.
Agusriansyah menilai bahwa pendidikan karakter bukan sekadar pelajaran tambahan, melainkan fondasi utama dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan mampu bersosialisasi dengan baik.
Dalam kaitan itu, ia juga menyinggung pentingnya keberpihakan terhadap profesi guru.
Menurutnya, guru yang menjadi ujung tombak pendidikan nasional perlu mendapatkan perhatian lebih, baik dari segi kesejahteraan maupun pengakuan terhadap peran strategis mereka.
“Kalau kita ingin mencetak generasi emas, maka kesejahteraan guru tidak boleh diabaikan. Guru bukan hanya tenaga pengajar, mereka adalah arsitek masa depan bangsa,”tegasnya.
Ia pun mendorong agar pendidikan karakter ditempatkan sebagai prioritas dalam kebijakan pendidikan nasional.
Untuk mencapainya, ia mengajak semua pihak — pemerintah, institusi pendidikan, hingga keluarga — agar saling berperan aktif dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang menyeluruh.
“Pendidikan karakter bukan proyek jangka pendek. Ini adalah kerja bersama yang harus konsisten dan terintegrasi dari rumah, sekolah, hingga masyarakat,”tutupnya.
Penulis Nisnun Editor Redaksi PN







Users Today : 461
Total Users : 441061
Views Today : 933
Total views : 1500959
Who's Online : 4