Foto : Pamflet Anugrah Inspirasi Dispora Kukar (Tangkap Layar)
PublikNews.Co, Kukar – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mengubah arah pendekatan penghargaan pemuda dengan memberi pengakuan lebih luas terhadap kontribusi dari sektor non-formal, seperti Gerakan Pramuka.
Hal ini tercermin dalam pelaksanaan Anugerah Inspirasi Pemuda 2025 yang kini hadir dengan format lebih terbuka.
Untuk pertama kalinya, ajang tersebut menambahkan kategori Pramuka Berprestasi sebagai bentuk penghormatan terhadap kiprah pemuda dalam kegiatan kepemimpinan, sosial, dan pengabdian yang kerap dilakukan lewat jalur kepramukaan.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menyatakan bahwa penambahan kategori ini bukan sekadar simbolik, tetapi mencerminkan perubahan paradigma dalam melihat potensi dan kontribusi pemuda.
Ia menilai bahwa banyak pemuda aktif yang justru berproses dan berkembang lewat ruang-ruang di luar jalur formal seperti organisasi sekolah atau komunitas umum.
“Gerakan Pramuka tidak hanya mencetak disiplin, tapi juga mendidik pemuda menjadi problem solver di tengah masyarakat. Mereka layak mendapat tempat dan pengakuan dalam agenda strategis kepemudaan kita,” kata Ali, pada Senin (21/4/2025).
Ia menambahkan, penghargaan ini merupakan bentuk legitimasi terhadap proses panjang yang dijalani para anggota Pramuka, termasuk keterlibatan mereka dalam latihan rutin, pengabdian sosial, hingga peran mereka dalam memperkuat karakter pemuda Kukar.
Melalui penilaian yang melibatkan tim ahli, Dispora Kukar ingin memastikan bahwa penghargaan yang diberikan benar-benar berdasarkan rekam jejak kontribusi yang konkret.
Selain Pramuka Berprestasi, Anugerah Inspirasi Pemuda 2025 juga mencakup lima kategori lainnya: Duta Pemuda, Wirausaha Muda Pemula, Pemuda Pelopor, Pemuda Berprestasi, serta Pekan Kreativitas Pemuda. Seluruh kategori ini didesain untuk menampung beragam potensi pemuda dari berbagai latar belakang.
Dengan pendekatan yang lebih masif, Dispora Kukar berharap mampu merangkul lebih banyak pemuda dan mengangkat keberagaman peran mereka dalam pembangunan daerah.
“Kami tidak ingin hanya menyoroti yang tampil di permukaan. Banyak pemuda bekerja diam-diam di lapangan, dan mereka juga harus diapresiasi. Ini cara kita mendorong ekosistem pemuda yang sehat dan saling mendukung,” tutup Ali. (Adv)
Tim Editorial






Users Today : 21
Total Users : 405834
Views Today : 31
Total views : 1436106
Who's Online : 9