Foto: Ratusan masyarakat Kenohan antusias hadiri MTQ tingkat Kecamatan
Publiknews.co, Kutai Kartanegara – Ada yang berbeda pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kecamatan Kenohan tahun ini.
Diketahui bahwa sebelumnya banyak peserta berbakat memilih tampil untuk kecamatan lain, kini seluruh qori dan qoriah diwajibkan membela daerah asal sesuai domisili.
Camat Kenohan, Kaspul, menjelaskan aturan ini merupakan hasil koordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) dan Sekretariat Daerah (Sekda) Kukar. Langkah tersebut ditempuh agar potensi asli daerah bisa berkembang optimal.
“Dulu kita sering kalah bersaing di MTQ kabupaten karena juara-juara kita justru tampil di kecamatan lain. Setelah ada aturan baru, sekarang semua wajib ikut di kecamatannya masing-masing,” ujar Kaspul, Kamis (4/9/2025), malam
Kebijakan ini mulai berlaku sejak tiga tahun terakhir. Hasilnya cukup positif, di mana prestasi Kenohan perlahan meningkat. Jika sebelumnya selalu berada di posisi 16 atau 17 di tingkat kabupaten, kini sudah bisa menembus 10 besar.
“Sudah ada kemajuan. Tahun lalu kita bisa masuk 10 besar, baik di cabang tilawah, hafizh quran, tartil, maupun cabang lainnya. Itu pencapaian yang patut kita syukuri,” jelasnya.
Ia menilai kebijakan wajib ikut domisili ini juga memberi rasa bangga bagi peserta karena bisa mengharumkan nama daerah sendiri. Hal itu sekaligus menjadi motivasi untuk berlatih lebih giat.
“Sekarang anak-anak tampil penuh semangat. Mereka merasa ikut berjuang untuk Kenohan, bukan hanya sekadar lomba,” kata Kaspul.
Menurutnya, kebijakan ini perlu dijaga konsistensinya agar generasi Qurani dari Kenohan bisa terus bertumbuh dan memperkuat posisi di tingkat kabupaten.
“Kalau dikelola serius, saya yakin Kenohan bisa jadi salah satu kecamatan unggulan di MTQ Kukar,” tegasnya. (Adv/Nr)






Users Today : 237
Total Users : 491843
Views Today : 552
Total views : 1584906
Who's Online : 2