• Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
PublikNews.co
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional
No Result
View All Result
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional
No Result
View All Result
PublikNews.co
No Result
View All Result
Home Advetorial

Sani Bin Husaini Beri Solusi,Menata PKL Harus Dengan Hati

Redaksi by Redaksi
September 26, 2022
in Advetorial, DPRD SAMARINDA, Samarinda
0 0
0
Sani Bin Husaini Beri Solusi,Menata PKL  Harus Dengan Hati
Bagikan

PUBLIKNEWS.CO.SAMARINDA Wakil Ketua Komisi IV , Sani Bin Husain menyampaikan pendapatnya, Tentang penertiban PKL, Menurut saya Ibarat dua sisi mata uang, keberadaan PKL juga memiliki sisi positif seperti menjadi alternatif lapangan kerja sehingga mengurangi pengangguran.

Oleh karena itu, PKL harus mendapatkan perhatian serius denganĀ  penanganan yg baik. Pemerintahan Kota Samarinda menjadiKan penanganan PKL sebagai salah satu prioritas utama yang dikerjakan.

Menurut Sani ,Pendekatan yang dilakukan adalah dengan memanusiakan manusia. Pendekatan tersebut diimplementasikan di berbagai segi termasuk dalam menggunakan istilah. Pemerintah Kota Samarinda harus cerdas memilih istilah penataan bukan penertiban.

Dia mengatakan Filosofi dasar dalam penataan PKL adalah memberikan akses seluas mungkin bagi usaha kecil bukan sebaliknya mematikan atau menghancurkan modal/alat usaha mereka seperti yg sedang viral di Samarinda saat ini.ujarnya.

Paradigma PKL sebagai beban diubah menjadi PKL adalah aset. Perubahan paradigma ini membuat penataan PKL adalah bukan dengan meniadakan keberadaan usaha kecil yang merupakan bentuk nyata dari ekonomi kerakyatan tersebut.

Maraknya PKL yang menyerobot ruang publik seperti trotoar, jalur lambat dan taman kota bukan tanpa alasan. Mereka ini memang tidak memiliki akses terhadap sumber daya yang memadai. Dan disini tugas kita menata dan memberikannya solusi. Itu yg dilakukan jogja dengan selasar malioboronya, citywalk purwosari di solo,

Atau pasar tradisional modern di jambi yg membuat walikotanya mendapat penghargaan dari

penghargaan APKLI Award Tahun 2019, atas kiprahnya dalam bidang tata kelola ekonomi kemasyarakatan kerakyatan, melalui Pedagang Kaki Lima. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum APKLI Pusat, Ali Mahsum, M.Biomed. di Jambi PKL tidak di sebut pedagang kaki lima, tetapi Pedagang Kreatif Lapangan.

Paradigma yg menyatakan bahwa kota modern harus bebas PKL adalah paradigma yg ketinggalan zaman ungkap Ketua Fraksi PKS itu.

Keberhasilan Penataan pedagang di trotoar dilakukan di berbagai negara. Salah satunya, dia menyebut New York, Amerika Serikat (AS) sebagai pengelola pedagang di trotoar terbaik.

“Anda lihat di kota-kota besar. Bahkan salah satu kota yang memiliki manual pengelolaan PKL terbaik itu New York untuk di trotoar,

Di seluruh dunia, yang namanya sidewalk itu ya ada untuk jalan kaki, ada untuk berjualan. Ada yang berjualannya permanen, ada yang berjualannya mobile. Yang permanen itu kios-kios, toko buku, itu banyak yang permanen,” ucapnya

Sani mencontohkan PKL di New York dikenal dengan istilah street vendor. Dikutip dari laman resmi The Street Vendor Project, ada sekitar 20.000 PKL di New York City. Dari mulai penjual hot dog, penjual bunga, penjual kaos, seniman jalanan dan truk makanan.

Terkait pengembangan pariwisata Sungai Mahakam oleh Pemkot Samarinda sendiri tengah disusun.Perencanaannya dilakukan pada tahun 2022, dan ditargetkan pembangunan fisiknya bisa berlangsung pada tahun 2023.

“Kita berharap semua kawasan (Sungai Mahakam) itu tertata tidak hanya ada dermaga nya saja disitu, jadi rencana dermaga wisata ini bisa menyatu dengan ruang umkm, PKL makanan, souvenir, oleh-oleh, Cofee Shoop dan tempat pagelaran budaya. Kita jangan Alergi dengan UMKM.

Bahkan UMKM yg dikemas unik seperti floating market seperti Muara Kuin dan lok bangian mengundang banyak wisatawan

Saya mendambakan suatu saat orang akan rindu kembali ke Samarinda. kota dengan sungai indah dgn suasana tak tergantikan,harap Sani.(adv/red)

 

Post Views: 319
Previous Post

Hari Tani Nasional Wakil Ketua DPRD Kaltim Katakan Petani Kita Sangat Jauh Dari Kata Sejahtera.

Next Post

Penertiban PKL di Tepian, Damayanti : Pemkot Perlu Beri Solusi Konkrit

Redaksi

Redaksi

Next Post
Penertiban PKL di Tepian, Damayanti :  Pemkot Perlu Beri Solusi Konkrit

Penertiban PKL di Tepian, Damayanti : Pemkot Perlu Beri Solusi Konkrit

Statistik Pengunjung

442739
Users Today : 168
Total Users : 410630
Views Today : 684
Total views : 1446926
Who's Online : 11
Your IP Address : 216.73.216.29
Server Time : 2026-04-22
PublikNews.co

Navigate Site

  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi

PT. PUTRA BORERO INDAH BERJAYA

No Result
View All Result
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In