Foto : Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kukar (Ist).
PublikNews. Co, Kukar- Di tengah maraknya gaya hidup modern dan olahraga berteknologi tinggi, komunitas sepeda ontel di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tetap eksis sebagai simbol pelestarian budaya sekaligus perekat hubungan antargenerasi.
Komunitas ini bahkan mendapat dukungan penuh dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar karena dinilai mampu mempertahankan nilai-nilai lokal di tengah arus globalisasi.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan bahwa keberadaan komunitas sepeda ontel bukan sekadar hobi, melainkan bagian dari gerakan sosial yang menyatukan warga dari berbagai latar belakang dan usia.
“Sepeda ontel ini bukan hanya alat transportasi tempo dulu. Ia menjadi simbol sejarah, kebersamaan, dan semangat hidup sehat lintas generasi,” ujar Aji saat ditemui wartawan PublikNews. Co, pada Jumat (2/5/2025).
Komunitas ontelis Kukar kerap ambil bagian dalam berbagai event daerah seperti gowes bersama, pameran sepeda antik, hingga diskusi tentang sejarah alat transportasi. Kehadiran mereka selalu menjadi sorotan karena tampilan klasik dan konsistensi dalam melestarikan warisan budaya.
Menurut Aji, keterlibatan para anggota komunitas baik tua maupun muda mencerminkan upaya kolektif menjaga identitas daerah. Dispora Kukar pun mengapresiasi inisiatif ini sebagai bentuk pendidikan nonformal yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal.
“Komunitas ini bukan hanya menggerakkan fisik, tapi juga menanamkan kesadaran sejarah di tengah masyarakat. Mereka adalah agen pelestari budaya yang hidup dan aktif,” imbuhnya.
Dispora Kukar berkomitmen terus memberikan ruang dan dukungan kepada komunitas sepeda ontel agar tetap berkembang dan menjadi bagian dari pembangunan karakter generasi muda di Kukar.
Di tengah perubahan zaman yang serba cepat, sepeda ontel menunjukkan bahwa tradisi tak harus ditinggalkan. Justru, ketika dikemas dengan semangat kebersamaan, warisan budaya dapat menjadi kekuatan sosial yang membangun.
“Ontelis Kukar telah membuktikan bahwa nilai-nilai zaman dulu masih sangat relevan, bahkan mampu mempererat gotong royong dan rasa persaudaraan,” terang Aji sembari mengakhiri wawancara. (Adv)







Users Today : 1231
Total Users : 405776
Views Today : 2025
Total views : 1435863
Who's Online : 8