Ket foto: Mahasiswa Politeknik Sendawar, Stephen King.
Publiknews.co Samarinda — Di Kampung Tinggang Melapih, Kutai Barat, kisah seorang pemuda bernama Stephen King menjadi contoh bagaimana kesempatan pendidikan mampu mengubah arah hidup seseorang.
Stephen, yang datang dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, pernah menganggap bangku kuliah sebagai sesuatu yang nyaris mustahil.
Ia sempat merelakan mimpinya dan membayangkan masa depannya sebagai pekerja untuk membantu kebutuhan keluarga.
Harapan untuk melanjutkan pendidikan hampir sepenuhnya padam.
Setiap kali melihat teman-temannya bersiap masuk perguruan tinggi, ia merasa perbedaan kemampuan finansial membuat peluang itu tidak tersedia untuk dirinya.
Namun segalanya berubah ketika Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meluncurkan Program GratisPol.
Kini, Stephen tercatat sebagai mahasiswa Diploma 3 Administrasi Bisnis di Politeknik Sendawar.
Ia dapat menempuh pendidikan tanpa beban biaya berkat pembiayaan penuh dari program tersebut sebuah kesempatan yang sebelumnya tidak pernah berani ia bayangkan.
Ia mengingat masa-masa kebimbangannya dengan jelas.
“Ketika itu saya benar-benar mempertimbangkan untuk bekerja saja demi membantu orang tua,” ungkapnya.
Stephen bahkan telah menyiapkan berkas untuk mengikuti tes di salah satu perusahaan.
Namun seorang kerabat kemudian memberi informasi bahwa pemerintah membuka bantuan kuliah gratis bagi pelajar dari keluarga kurang mampu.
Kabar tersebut menjadi titik balik bagi dirinya, ia memberanikan diri mendaftar, menjalani seluruh persyaratan, dan akhirnya dinyatakan lolos.
“Prosedurnya ternyata cukup mudah dan tidak sesulit yang saya bayangkan,” katanya.
Sejak itu, jalan menuju pendidikan tinggi terbuka.
Bersama lebih dari 200 mahasiswa lainnya, Stephen kini bisa fokus belajar tanpa memikirkan biaya yang biasanya mencapai sekitar Rp3,5 juta per semester.
Baginya, dukungan ini bukan sekadar keringanan finansial, melainkan peluang untuk memperbaiki masa depan.
“Program GratisPol sangat membantu kami yang kondisi ekonominya terbatas. Jika tidak ada program ini, besar kemungkinan saya tidak akan melanjutkan kuliah,” tuturnya.
Perubahan sikap dan semangat terlihat dari kesehariannya.
Stephen yang sebelumnya pesimistis kini lebih yakin menapaki masa depan.
Ia mengikuti kegiatan kampus dengan lebih antusias, menyadari bahwa pendidikan membuka banyak peluang baru.
Di tengah rasa syukurnya, ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah.
“Saya sangat berterima kasih. Bagi kami yang berasal dari keluarga kurang mampu, dukungan seperti ini memiliki arti yang besar,” ujarnya.
Kisah Stephen hanyalah satu dari banyak cerita anak muda Kalimantan Timur yang memperoleh akses pendidikan lebih luas melalui program tersebut.
GratisPol tidak sekadar menghapus biaya kuliah, tetapi juga menghidupkan kembali harapan bagi mereka yang hampir menyerah sebelum memulai.
Bagi Stephen, ini menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah.
(Adv/DprdKaltim/Ca)
lainnya, Stephen kini bisa fokus belajar tanpa memikirkan biaya yang biasanya mencapai sekitar Rp3,5 juta per semester.
Baginya, dukungan ini bukan sekadar keringanan finansial, melainkan peluang untuk memperbaiki masa depan.
“Program GratisPol sangat membantu kami yang kondisi ekonominya terbatas. Jika tidak ada program ini, besar kemungkinan saya tidak akan melanjutkan kuliah,” tuturnya.
Perubahan sikap dan semangat terlihat dari kesehariannya.
Stephen yang sebelumnya pesimistis kini lebih yakin menapaki masa depan.
Ia mengikuti kegiatan kampus dengan lebih antusias, menyadari bahwa pendidikan membuka banyak peluang baru.
Di tengah rasa syukurnya, ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah.
“Saya sangat berterima kasih. Bagi kami yang berasal dari keluarga kurang mampu, dukungan seperti ini memiliki arti yang besar,” ujarnya.
Kisah Stephen hanyalah satu dari banyak cerita anak muda Kalimantan Timur yang memperoleh akses pendidikan lebih luas melalui program tersebut.
GratisPol tidak sekadar menghapus biaya kuliah, tetapi juga menghidupkan kembali harapan bagi mereka yang hampir menyerah sebelum memulai.
Bagi Stephen, ini menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah.
(Adv/DprdKaltim/Ca)







Users Today : 336
Total Users : 406149
Views Today : 857
Total views : 1436932
Who's Online : 3