Foto: 91 Peserta ikuti pelatihan administrasi dan keuangan dengan lebih tertib dan transparan melalui Sistem Informasi Prodeskel (dok.publiknews)
Publiknews.co, Kutai Kartanegara – Suasana antusias tampak di ruang pelatihan yang digelar Pemerintah Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong.
Puluhan ketua RT dari berbagai lingkungan hadir untuk belajar hal baru untuk bagaimana mengelola administrasi dan keuangan dengan lebih tertib dan transparan melalui Sistem Informasi Prodeskel.
Pelatihan yang berlangsung di Swiss-Belhotel Borneo Samarinda itu diikuti 91 peserta, terdiri dari 46 ketua RT, pendamping lokal, serta perangkat kelurahan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan dana bantuan Rp50 juta per RT benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Lurah Melayu Aditiya Rakhman, yang membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa dana bantuan bukan sekadar nominal, tetapi tanggung jawab moral untuk memajukan lingkungan.
“Dana Rp50 juta per RT bukan untuk keuntungan pribadi. Ini amanah yang harus dikelola secara transparan, tepat guna, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh warga,” ujarnya.
Menurut Aditiya, pelatihan ini adalah yang kedua kalinya digelar, sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan bagi para pengurus RT.
Ia ingin agar setiap ketua RT memiliki kemampuan administratif dan keuangan yang mumpuni, agar program pemerintah di tingkat paling bawah bisa berjalan efisien dan bebas dari kesalahan prosedur.
Selain soal tata kelola dana, peserta juga mendapat arahan terkait pendataan warga. Camat Tenggarong, melalui Kasi Pemerintahan Kelurahan Melayu, mengingatkan pentingnya pembaruan data warga tidak mampu, lansia, anak yatim, hingga pendatang. Data akurat dinilai menjadi fondasi bagi kebijakan yang tepat sasaran.
Pelatihan ini juga menyentuh isu sosial yang kini menjadi perhatian serius pemerintah, yakni penurunan angka stunting. Aditiya menyebut peran RT sangat penting dalam mendampingi keluarga yang memiliki balita agar tumbuh sehat dan terpenuhi gizinya.
“Kita ingin Kelurahan Melayu bisa mencapai zero stunting. Semua berawal dari perhatian di tingkat RT,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak aktif berdiskusi dan saling bertukar pengalaman dalam mengelola administrasi maupun kegiatan lingkungan.
Bagi sebagian RT, pelatihan ini menjadi kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan sistem digital yang kini mulai diterapkan pemerintah.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kelurahan Melayu berharap pengurus RT semakin profesional, transparan, dan siap menghadapi tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks.
“Kalau RT kuat dan transparan, maka pelayanan di tingkat paling bawah juga akan makin cepat dan dipercaya warga,” tutup Aditiya. (Adv/Nr)







Users Today : 370
Total Users : 440970
Views Today : 562
Total views : 1500588
Who's Online : 2