PUBLIK NEWS.CO.-SAMARINDA, Pemerintah Kota Samarinda sangat serius memantau dan memperhatikan soal kesehatan bayi dan balita dalam berbagai kesempatan.
Pun DPRD, lembaga wakil Rakyat ini, tak kalah antusias perhatiannya soal Stunting, untuk terus ichtiar melakukan upaya upaya penekanan laju angka peningkatan kasus Stunting di Samarinda.
Terkait hal itu DPRD Samarinda menyarankan pemerintah agar memamfaatkan keterlibatan CSR seluruh Perusahaan yang ada di Samarinda untuk Terlibat menekan meningkatnya kasus Stunting di daerah ini.
Sekedar catatan, tingkat anak stunting di Samarinda masuk golongan angka yang signifikan tinggi. Lihat data Dinas Kesehatan Samarinda yang mencatat dari 10 terjadi kelahiran atau anak yang lahir satu, diperkirakan mengalami kondisi kekurangan gizi.
Situasi seperti itu yang mengundang perhatian dan keprihatinan berbagai pihak, termasuk para wakil rakyat di DPRD Samarinda. Lantaran kasus kekurangan gizi anak masih terus berlangsung, tidak saja di wilayah pedesaan tetapi justru masuk di zona kawasan perkotaan.
Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar mengungkap, bayi stunting biasanya berkaitan dengan usia pada saat pernikahan. Karena kebanyakan bayi tersebut lahir dari ibu muda yang belum siap mengandung. “Kalau kita amati, faktor yang menyebabkan stunting tidak semata akibat minimnya asupan gizi terhadap bayi, tetapi juga harus diketahui dari faktor sebelumnya, kani soal tumbuh kembang sang ibu itu sendiri. Termasuk sosok ibu muda harus siap mengandung,” papar Deni.
Samarinda yang merupakan ibu kota provinsi, kata Deni, sangat disayangkan sebab kasus stunting Justru malah marak temuan kasusnya dijumpai.
Kondisi itu membuat Fraksi Partai Gerindra ini menyarankan pemerintah Samarinda agar menggandeng dan memanfaatkan CSR perusahaan-perusahaan yang ada di Samarinda agar ikut berpartisipasi serta turut berkontribusi dalam pencegahan laju kenaikan angka kasus Stunting bagi balita. “CSR perusahaan kita himbau di libatkan sebab Selain dapat mengembangkan SDM, juga diharapkan dapat membantu Penanganan anak-anak yang kekurangan gizi, agar angka anak anak Stunting dapat di minimalisir di Samarinda,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda ini.
Lebih jauh, Deni mengatakan, kasus Stunting tak mungkin dapat diselesaikan hanya oleh satu pihak saja, tetapi harus melibatkan berbagai elemen stakeholder, mulai dari pemerintahan, masyarakat termasuk seluruh pelaku usaha dan perusahaan harus bahu membahu menekan kelahiran anak stunting melalui perbaikan gizi.
DPRD kini sedang menginventarisir data perusahaan yang ada di Samarinda untuk didorong sedapat mungkin bisa Memberikan bantuan dalam penanganan anak stunting di Samarinda. “Semoga program ini dapat berjalan tahun depan,” pungkasnya. Penulis**Anisa





Users Today : 64
Total Users : 486577
Views Today : 124
Total views : 1575218
Who's Online : 1