• Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
PublikNews.co
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional
No Result
View All Result
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional
No Result
View All Result
PublikNews.co
No Result
View All Result
Home Berita

Antara Demokrasi dan Dinasti: Perspektif Prof. Dr. Elviandri

Redaksi by Redaksi
Oktober 31, 2024
in Berita, Politik
0 0
0
Antara Demokrasi dan Dinasti: Perspektif Prof. Dr. Elviandri
Bagikan

Publiknews.co Samarinda – Beberapa waktu lalu, isu dinasti politik mencuat seiring dengan pencalonan Rudy Mas’ud sebagai Gubernur Kaltim. Hal ini berkaitan dengan keterlibatan beberapa anggota keluarganya dalam politik.

Kakaknya, Rahmad Mas’ud, kembali mencalonkan diri sebagai Wali Kota Balikpapan setelah sebelumnya menjabat dari 2019 hingga 2024. Dua saudara Rudy lainnya, Hasanuddin dan Syahariah Mas’ud, juga aktif di legislatif, dengan Hasanuddin menjabat sebagai Ketua DPRD Kaltim.

Rudy, yang dikenal aktif berinteraksi dengan masyarakat, menjelaskan bahwa dalam politik Indonesia, pemimpin dipilih oleh rakyat, bukan ditunjuk. “Kami bukan monarki; semua bergantung pada suara masyarakat,” ujarnya dalam sebuah video.

Ia menekankan bahwa prestasinya selama ini bisa ditanyakan langsung kepada warga, yang menilai kapasitas dan kemampuannya.

Sementara itu, Ahli Tata Negara Associate Professor Dr Elviandri SHI MHum, Dosen Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), berkomentar bahwa banyak sistem pemerintahan, termasuk yang berlaku di negara-negara seperti Inggris dan Malaysia, tidak lepas dari dinasti politik.

Menurutnya, dalam demokrasi, semua warga negara memiliki hak untuk memilih dan dipilih, kecuali jika ada putusan hukum yang mencabut hak tersebut. Ia menegaskan pentingnya proses pemilihan yang adil dan transparan.

Prof. Elvi menjelaskan, penilaian terhadap dinasti politik harus dilakukan dengan pendekatan substansial, bukan sekadar prosedural.

“Kita perlu menilai dari aspek substansial untuk memahami apakah ada unsur dinasti di dalamnya,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa dalam pemilu, faktor yang lebih penting adalah elektabilitas, bukan hanya kompetensi individu.(*)

Post Views: 361
Previous Post

Dispar Kaltim Soroti Tantangan dan Peluang Sektor Ekonomi Kreatif untuk Pengembangan Jangka Menengah

Next Post

Mendorong Partisipasi Pemuda: Seminar Kepemimpinan di Samarinda Dihadiri 500 Peserta

Redaksi

Redaksi

Next Post
Mendorong Partisipasi Pemuda: Seminar Kepemimpinan di Samarinda Dihadiri 500 Peserta

Mendorong Partisipasi Pemuda: Seminar Kepemimpinan di Samarinda Dihadiri 500 Peserta

Sosial Media

Statistik Pengunjung

521625
Users Today : 39
Total Users : 489516
Views Today : 60
Total views : 1580069
Who's Online : 3
Your IP Address : 216.73.217.53
Server Time : 2026-08-31
PublikNews.co

Navigate Site

  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi

PT. PUTRA BORERO INDAH BERJAYA

No Result
View All Result
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In