Ket. Foto: Pusat Belanja dan Oleh-Oleh Khas Kota Samarinda di Kawasan Citra Niaga
Publiknews.Co, Samarinda – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) baru-baru ini mengungkapkan tantangan dan peluang yang dihadapi oleh sektor ekonomi kreatif (ekraf) di Kaltim.
Hasil temuan ini diharapkan menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan pembangunan untuk lima tahun ke depan.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim, Awang Khalik, menegaskan bahwa sektor ekraf di Kaltim masih mengalami sejumlah kendala yang perlu ditangani.
“Produk kita harus mampu bersaing lebih baik. Saat ini, proses produksinya belum optimal dan biaya yang dikeluarkan masih tergolong tinggi,” ungkap Awang pada Kamis (31/10/2024).
Ia mengingatkan tentang potensi ekspor yang belum dimanfaatkan secara maksimal, terutama melalui Pelabuhan Teluk Balikpapan, yang diharapkan dapat berperan lebih signifikan sebagai pintu gerbang ekspor.
“Sayangnya, masih banyak eksportir yang belum memanfaatkan kesempatan ini secara optimal,” tambahnya.
Awang melanjutkan dengan mengamati kondisi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sering kali terhambat oleh permasalahan permodalan. Hal ini menyebabkan banyak pelaku usaha kesulitan dalam mengakses pasar dan mengembangkan bisnis mereka.
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi pelaku ekraf melalui berbagai program, seperti pelatihan, pameran, dan festival budaya,” jelasnya.
Di sisi lain, Awang menyoroti potensi yang dapat dimanfaatkan dalam sektor ekonomi kreatif di Kalimantan Timur, khususnya dengan hadirnya Ibu Kota Negara (IKN). Dia optimis bahwa keberadaan IKN akan membawa dampak positif yang besar bagi perkembangan ekraf di wilayah ini.
“Dengan adanya IKN, diharapkan perekonomian akan lebih terdiversifikasi ke sektor-sektor yang padat karya, sehingga dapat mengurangi kesenjangan sosial. Sektor jasa yang berkaitan dengan ekonomi kreatif juga akan berkembang,” terangnya.
Awang memprediksi bahwa pelaku ekonomi kreatif di Kaltim akan mengalami pertumbuhan yang signifikan seiring pembangunan IKN, mencakup berbagai inisiatif berbasis komunitas dan usaha baru yang sedang berjalan.
“Perkembangan ekraf di Kaltim telah mendorong terbentuknya sejumlah komunitas dan asosiasi, seperti Gerakan Ekonomi Kreatif (GEKRAF), Komite Ekonomi Kreatif di Kukar dan Balikpapan, serta berbagai komunitas lain seperti Kopi, Musik, dan Himpunan Pengusaha Event Kreatif (HIEKRAF),” tandasnya.
Reporter: Retno
Editor Ahmadi swadesi








Users Today : 1252
Total Users : 405797
Views Today : 2156
Total views : 1435994
Who's Online : 9