Ket. Foto: Ist
Publiknews.Co, Samarinda — Kalimantan Timur dikenal kaya akan tradisi dan budayanya, salah satunya adalah kain tenun Ulap Doyo yang berasal dari suku Dayak Benuaq. Kain ini tidak hanya menjadi simbol identitas budaya, tetapi juga warisan leluhur yang sarat makna dan keindahan.
Keunikan Ulap Doyo
Tenun Ulap Doyo dibuat dari serat tanaman doyo (Curliglia latifolia), sejenis daun pandan liar yang banyak ditemukan di Kalimantan Timur. Proses pembuatannya cukup rumit: daun doyo dikeringkan, disayat hingga menjadi serat halus, dan kemudian dipintal menjadi benang. Pewarna yang digunakan sebagian besar berasal dari bahan alami seperti kunyit, buah glinggam, dan jelaga damar, sehingga kain ini ramah lingkungan.
Motif Ulap Doyo sering kali menggambarkan flora, fauna, atau cerita mitologi yang terinspirasi dari Sungai Mahakam. Beberapa motif, seperti Jaunt Nguku untuk kaum bangsawan dan Waniq Ngelukng untuk masyarakat biasa, mencerminkan status sosial pemakainya di masa lalu. Ada pula motif naga yang melambangkan kecantikan wanita serta motif limaratau yang mencerminkan kerja sama masyarakat.
Proses Pembuatan dan Tantangannya
Tenun Ulap Doyo dibuat dengan cara tradisional yang melibatkan keterampilan tinggi, biasanya diwariskan secara turun-temurun di Desa Tanjung Isuy dan Mancong. Meski demikian, ketersediaan bahan baku menjadi tantangan utama.
Pembukaan lahan untuk perkebunan dan tambang membuat tanaman doyo semakin sulit ditemukan. Akibatnya, sebagian pengrajin beralih menggunakan benang sintetis dan pewarna kimia demi efisiensi waktu.
Upaya Pelestarian
Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk berbahan alami, permintaan kain tenun berbahan doyo asli juga ikut bertambah.
Pemerintah dan berbagai pihak mulai mendorong pelestarian Ulap Doyo sebagai bagian dari identitas budaya Kalimantan Timur. Festival budaya, pameran kerajinan, hingga pelatihan generasi muda menjadi cara untuk menjaga eksistensi kain ini.
Kain tenun Ulap Doyo adalah cerminan keindahan dan filosofi kehidupan masyarakat Dayak Benuaq. Dengan segala tantangan yang ada, pelestarian kain ini menjadi tugas bersama untuk menjaga kekayaan budaya Indonesia.
Penulis: Retno | Editor: Ahmadi






Users Today : 114
Total Users : 486276
Views Today : 347
Total views : 1574564
Who's Online : 1