Ket. Foto: Ist
Publiknews.Co, Samarinda — Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur terus berupaya memperkenalkan warisan budaya lokal ke kancah internasional, termasuk melalui promosi busana adat khas daerah.
Salah satu strategi utamanya adalah dengan mengintegrasikan budaya Kalimantan Timur, seperti kain tenun ulap doyo dan busana adat suku Dayak, dalam berbagai acara budaya global. Upaya ini dilakukan untuk memperluas apresiasi terhadap seni tekstil dan identitas tradisional Kaltim.
Salah satu momen penting adalah partisipasi dalam East Borneo International Folklore Festival (EBIFF), sebuah acara berskala internasional yang diadakan pada Juli 2024 lalu. EBIFF, yang didukung oleh UNESCO melalui organisasi mitra CIOFF, menjadi platform strategis untuk memamerkan kekayaan budaya, termasuk busana adat dari Kalimantan Timur. Delegasi dari delapan negara berpartisipasi dalam festival ini, memberikan peluang besar bagi pakaian adat Kaltim untuk mendapat perhatian luas di luar negeri.
Selain itu, Dispar Kaltim juga aktif memanfaatkan momen diplomasi budaya, seperti pameran seni internasional dan kunjungan budaya lintas negara. Dalam ajang tersebut, kain dan busana adat sering dijadikan simbol keragaman budaya Indonesia.
Dengan memadukan tradisi dengan tren mode modern, Kaltim menunjukkan bahwa warisan budaya dapat relevan dan menarik bagi pasar global.
Melalui upaya berkelanjutan ini, pemerintah provinsi berharap tidak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, terutama bagi pengrajin lokal dan pelaku UMKM di bidang tekstil tradisional.
Ke depan, kolaborasi dengan perancang busana dan lembaga internasional diharapkan semakin memperluas jangkauan promosi budaya Kaltim.
Inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa busana adat bukan hanya sebuah pakaian, tetapi juga simbol kebanggaan daerah yang dapat menjembatani Kaltim dengan dunia internasional.
Penulis: Retno | Editor: Ahmadi






Users Today : 114
Total Users : 486276
Views Today : 362
Total views : 1574579
Who's Online : 1