Ket. Foto: Ist
Publiknews.co Samarinda – Sulam Tumpar adalah salah satu warisan budaya yang khas dari Kalimantan Timur, khususnya dari suku Dayak Benuaq. Kerajinan tangan ini terkenal karena keindahan dan keunikan teknik sulamannya.
Sulam Tumpar dibuat menggunakan benang warna-warni yang diatur dengan pola-pola geometris atau gambar alam, seperti burung enggang, bunga anggrek, dan berbagai motif khas daerah tersebut.
Proses pembuatannya sangat teliti dan memerlukan keterampilan tangan yang tinggi, menjadikannya kerajinan yang bernilai tinggi dan menarik bagi para kolektor.
Motif Sulam Tumpar seringkali terinspirasi oleh alam sekitar dan cerita dari suku Dayak Benuaq.
Kain yang digunakan dalam sulam ini adalah kain Ulap Doyo, yang terbuat dari daun tumbuhan doyo, sebuah bahan alami khas Kalimantan Timur.
Seiring perkembangan zaman, meski bahan dan tekniknya sedikit mengalami perubahan, Sulam Tumpar tetap mempertahankan nilai tradisionalnya.
Saat ini, selain digunakan untuk busana tradisional, sulaman ini juga dapat ditemui pada berbagai produk kerajinan lainnya, seperti tas, sepatu, dompet, dan aksesori lainnya.
Bahkan, motif-motif Sulam Tumpar yang kaya warna kini mulai diterapkan pada produk yang lebih luas, termasuk untuk busana pria, membuka peluang bagi pengembangan lebih lanjut.
Sulam Tumpar tidak hanya menjadi simbol kekayaan budaya Kalimantan Timur, tetapi juga mendukung perekonomian lokal, dengan banyak pengrajin yang aktif memproduksi kerajinan ini.
Terlebih lagi, motif-motif khas yang sudah diakui secara hukum, memberikan perlindungan terhadap karya budaya tersebut.
Penulis Ainunnisa





Users Today : 190
Total Users : 441364
Views Today : 360
Total views : 1501672
Who's Online : 5