• Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
PublikNews.co
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional
No Result
View All Result
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional
No Result
View All Result
PublikNews.co
No Result
View All Result
Home Advetorial

Ananda Emira Moeis: Tanpa Peta Risiko, Penanganan Banjir Samarinda Hanya Akan Jadi Solusi Sementara

Redaksi by Redaksi
Juni 5, 2025
in Advetorial, DPRD KALTIM, Kaltim
0 0
0
Ananda Emira Moeis: Tanpa Peta Risiko, Penanganan Banjir Samarinda Hanya Akan Jadi Solusi Sementara
Bagikan

Publiknews.co Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyoroti pendekatan penanganan banjir di Samarinda yang dinilai belum menyentuh akar persoalan.

Ia menekankan pentingnya pemetaan wilayah rawan banjir sebagai pijakan utama dalam perencanaan pembangunan yang berkelanjutan.

Menurutnya, selama ini respons terhadap banjir masih bersifat reaktif dan tidak didukung oleh strategi pencegahan yang komprehensif.

“Penanganan banjir tak cukup dengan membenahi titik-titik genangan. Kita perlu cetak biru yang jelas. Tanpa pemetaan risiko, pembangunan hanya akan bersifat jangka pendek dan tidak menyelesaikan masalah dari hulu,” tegas Ananda.

Ia juga menekankan bahwa intervensi anggaran dari pemerintah provinsi harus diarahkan berdasarkan data wilayah prioritas, bukan sekadar respons terhadap keluhan masyarakat.

“Bantuan dana harus dikawal agar benar-benar menyasar daerah yang paling rentan. Kalau tidak ada landasan data, keputusan menjadi spekulatif,” imbuh politisi dari Fraksi PDI Perjuangan itu.

Ananda menggarisbawahi bahwa strategi pembangunan harus bergeser dari pola tambal sulam menuju pencegahan jangka panjang.

Menurutnya, pembenahan infrastruktur memang penting, namun tak cukup jika tak dibarengi upaya sistematis memahami pola banjir.

“Selama pendekatannya hanya memperbaiki yang rusak, kita hanya akan berputar di lingkaran yang sama setiap tahun. Kita butuh solusi yang menyasar akar masalah, bukan hanya gejalanya,” ujar Ananda.

Ia berharap, ke depan pemerintah daerah dapat menyusun rencana pengendalian banjir yang terintegrasi dengan pemetaan, pengawasan tata ruang, serta sinergi antarinstansi.

Penulis Nisnun Editor Redaksi PN

Post Views: 147
Previous Post

Banjir Samarinda Tak Kunjung Reda, Legislator Minta Penanganan Terintegrasi dan Evaluasi Anggaran

Next Post

Jalan Rusak Akibat Lalu Lintas Perusahaan, DPRD Kaltim Desak Tanggung Jawab Korporasi di Wilayah Sangkulirang

Redaksi

Redaksi

Next Post
Jalan Rusak Akibat Lalu Lintas Perusahaan, DPRD Kaltim Desak Tanggung Jawab Korporasi di Wilayah Sangkulirang

Jalan Rusak Akibat Lalu Lintas Perusahaan, DPRD Kaltim Desak Tanggung Jawab Korporasi di Wilayah Sangkulirang

Sosial Media

Statistik Pengunjung

482756
Users Today : 212
Total Users : 450647
Views Today : 626
Total views : 1516208
Who's Online : 3
Your IP Address : 216.73.217.42
Server Time : 2026-06-17
PublikNews.co

Navigate Site

  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi

PT. PUTRA BORERO INDAH BERJAYA

No Result
View All Result
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In