• Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
PublikNews.co
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional
No Result
View All Result
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional
No Result
View All Result
PublikNews.co
No Result
View All Result
Home Advetorial

Polemik Bendera Tengkorak One Piece, Baharuddin Demmu: Edukasi Masyarakat, Bukan Represi

Redaksi by Redaksi
Agustus 8, 2025
in Advetorial, DPRD KALTIM, Kaltim
0 0
0
Polemik Bendera Tengkorak One Piece, Baharuddin Demmu: Edukasi Masyarakat, Bukan Represi
Bagikan

Publiknews.co Samarinda – Polemik penggunaan bendera tengkorak atau jolly roger dari serial anime One Piece mencuat menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Situasi ini memanas setelah pemerintah menanggapi fenomena tersebut dengan ancaman pidana.

Anggota DPRD Kalimantan Timur, Baharuddin Demmu, menilai langkah pemerintah itu tidak bijak.

Menurutnya, masyarakat semestinya diberi ruang untuk mengekspresikan diri dan menyampaikan aspirasi, bukan justru dihadapkan pada pendekatan represif.

“Lebih tepat jika masyarakat diberi pemahaman, bukan ditekan dengan ancaman,” ujarnya pada Jumat (8/8/2025).

Baharuddin menjelaskan bahwa fenomena bendera tersebut dapat dimaknai sebagai bentuk ekspresi damai.

Karena itu, ia menilai tidak pantas jika hal ini diasumsikan sebagai tindakan makar atau ancaman terhadap keutuhan bangsa.

Ia mendorong pemerintah untuk bersikap lebih tenang dan mampu membedakan antara kritik yang mengandung kebencian dan kritik yang bersifat wajar.

“Sikap represif terhadap ekspresi damai hanya akan memperluas kekecewaan publik terhadap pemerintah. Menangkap orang karena hal seperti ini jelas tidak akan menyelesaikan masalah,” tegas politikus PAN yang mewakili daerah pemilihan Kutai Kartanegara tersebut.

Bagi Baharuddin, keberadaan kritik, kreativitas, bahkan kekonyolan di ruang publik adalah hal yang lumrah dalam kehidupan berdemokrasi.

“Jika setiap ekspresi selalu disikapi dengan represi, kebencian publik bisa terakumulasi dan berpotensi meledak,” pungkasnya
(advdprdkaltim).

Post Views: 189
Previous Post

Kasus Beras Premium Oplosan di Samarinda Terungkap, Legislator Samarinda Desak Pengawasan Diperketat

Next Post

DPRD Kaltim Siapkan Revisi Perda Sungai Mahakam, Targetkan Sumber PAD Baru

Redaksi

Redaksi

Next Post
DPRD Kaltim Siapkan Revisi Perda Sungai Mahakam, Targetkan Sumber PAD Baru

DPRD Kaltim Siapkan Revisi Perda Sungai Mahakam, Targetkan Sumber PAD Baru

Sosial Media

Statistik Pengunjung

524957
Users Today : 592
Total Users : 492848
Views Today : 969
Total views : 1586923
Who's Online : 3
Your IP Address : 216.73.216.221
Server Time : 2026-09-04
PublikNews.co

Navigate Site

  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi

PT. PUTRA BORERO INDAH BERJAYA

No Result
View All Result
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In