Publiknews.co Samarinda – Terbongkarnya dugaan praktik pengoplosan beras premium di Samarinda menimbulkan keresahan di kalangan warga.
Temuan ini terungkap dari hasil penyelidikan Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur, yang mengidentifikasi modus mencampur beras berkualitas tinggi dengan beras medium.
Setelah dioplos, beras tersebut dikemas ulang dan dipasarkan kembali menggunakan label premium, sehingga menyesatkan konsumen dan merugikan mereka secara ekonomi.
Sekretaris Komisi II DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto, menegaskan bahwa kasus ini tidak dapat digeneralisasi sebagai cerminan perilaku seluruh pelaku usaha.
Menurutnya, tindakan tersebut kuat dugaan hanya dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang sengaja mencari keuntungan besar dengan mengorbankan kepercayaan masyarakat.
“Kasus ini tidak bisa kita anggap mencerminkan semua pelaku usaha. Besar kemungkinan hanya dilakukan oleh oknum atau pihak tertentu yang sengaja melakukan kecurangan, yang jelas merugikan masyarakat,” ujar Rusdi, Jumat (8/8/2025).
Rusdi juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya bergantung pada label kemasan, tetapi lebih cermat dalam memeriksa kualitas beras sebelum membeli.
Ia menilai, kesadaran konsumen menjadi benteng pertama untuk mencegah diri menjadi korban penipuan.
“Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati dan mampu membedakan mana beras asli berkualitas premium dan mana yang merupakan hasil oplosan,” imbuhnya.
Selain mengimbau masyarakat, Rusdi mendorong pemerintah agar meningkatkan pengawasan langsung di lapangan.
Ia menekankan perlunya kontrol ketat terhadap distribusi bahan pangan, khususnya kebutuhan pokok, agar praktik serupa tidak terulang.
“Kami juga berharap pemerintah melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap peredaran produk, terutama pangan pokok,” tegasnya.
Rusdi menilai, pengungkapan kasus ini seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan rantai distribusi beras di Samarinda.
Dengan demikian, keamanan pangan dapat terjaga dan kepercayaan masyarakat terhadap produk premium tetap terpelihara.
Penulis Nisnun Editor Redaksi







Users Today : 592
Total Users : 492848
Views Today : 970
Total views : 1586924
Who's Online : 3