Publiknews.co, Samarinda – Pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dinilai perlu dilakukan secara konsisten dan tidak menunggu munculnya kasus. DPRD Kota Samarinda mendorong sekolah memperkuat pendidikan mengenai bahaya narkotika agar siswa memiliki bekal pengetahuan sejak usia dini.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, mengatakan lingkungan sekolah mempunyai peran strategis dalam membentuk pemahaman dan sikap pelajar terhadap berbagai risiko penyalahgunaan narkoba.
“Upaya pencegahan harus dikedepankan sejak awal. Jangan sampai kita baru bergerak setelah ada kasus. Yang kita inginkan adalah langkah yang terencana agar potensi penyalahgunaan narkoba bisa dicegah sebelum terjadi,” ujar Ismail, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, materi mengenai bahaya narkoba dapat disisipkan dalam kegiatan pembelajaran maupun aktivitas sekolah lainnya. Dengan demikian, edukasi tidak bersifat sementara atau hanya diberikan ketika terjadi persoalan yang berkaitan dengan narkotika.
Rencana tersebut sebelumnya telah menjadi pembahasan antara DPRD Samarinda dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Samarinda, Dinas Pendidikan Kota Samarinda serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA).
Ismail menyebut penyusunan materi menjadi bagian yang perlu diperhatikan sebelum edukasi diterapkan secara lebih luas. Materi harus disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan karakter pelajar sehingga pesan mengenai bahaya narkoba dapat diterima dengan mudah.
“Konten edukasinya harus disusun bersama dan disesuaikan dengan pola pendidikan yang sudah berjalan. Jangan sampai hanya menjadi materi tambahan yang diberikan sekali, kemudian tidak ada keberlanjutan,” katanya.
Ia menegaskan, upaya melindungi pelajar dari penyalahgunaan narkoba bukan hanya tanggung jawab sekolah. Pemerintah daerah, BNN, keluarga dan lingkungan sosial juga memiliki peran dalam memberikan pengawasan sekaligus membangun komunikasi dengan anak.
Menurutnya, pembekalan sejak di bangku sekolah dapat membantu pelajar mengenali bentuk-bentuk risiko penyalahgunaan narkoba. Pengetahuan tersebut diharapkan membuat siswa lebih mampu mengambil keputusan dan menghindari pengaruh lingkungan yang dapat menyeret mereka pada penyalahgunaan narkotika.
Karena itu, DPRD Samarinda meminta hasil koordinasi lintas instansi tidak berhenti pada pembahasan. Sinergi tersebut perlu diarahkan menjadi program edukasi yang memiliki pola pelaksanaan jelas serta dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah.
“Yang kita harapkan bukan sekadar sosialisasi, tetapi ada program pencegahan yang berjalan rutin dan terukur. Dengan begitu, perlindungan terhadap pelajar bisa diperkuat sebelum narkoba menjadi persoalan yang lebih besar,” pungkas Ismail.(adv)






Users Today : 536
Total Users : 487049
Views Today : 1099
Total views : 1576193
Who's Online : 13