Ket foto : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti.
Publiknews.co Samarinda – Kepastian status tenaga pendidik honorer menjadi perhatian dalam upaya menjaga keberlangsungan pendidikan di Loa Kumbar, Samarinda. Dari delapan guru yang bertugas di sekolah dasar setempat, empat di antaranya masih berstatus honorer.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengatakan keberadaan tenaga pendidik sangat penting untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, terutama di kawasan yang sulit dijangkau.
“Dari delapan guru tersebut, empat berstatus PPPK dan empat lainnya masih honorer,” ungkap Puji pada Jumat (16/10/2026).
Menurutnya, penataan tenaga honorer menjelang 2027 perlu disertai kejelasan mengenai status dan mekanisme yang dapat diterapkan. Ketidakpastian kebijakan dikhawatirkan memengaruhi pemenuhan kebutuhan tenaga pengajar di sekolah yang memiliki keterbatasan akses.
Puji menilai pemerintah perlu memperhitungkan kebutuhan tenaga pendidik di wilayah terpencil ketika menyusun kebijakan kepegawaian. Langkah tersebut diperlukan agar penataan tenaga kerja tidak mengganggu hak siswa dalam memperoleh pembelajaran.
Ia berharap instansi terkait memberikan penjelasan mengenai skema penataan tenaga pendidik sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus memastikan kebutuhan guru di sekolah tetap terpenuhi.(adv/dprdsamarinda)







Users Today : 940
Total Users : 519097
Views Today : 1540
Total views : 1634389
Who's Online : 2