Foto: Sosialisasi Kelas Parenting Bunda PAUD di Muara Kaman (Nur/Publiknews)
Publiknews.co, Kutai Kartanegara – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terus menggalakkan kegiatan sosialisasi kelas parenting sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan anak sejak usia dini.
Setelah dilaksanakan di Kecamatan Muara Wis dan Sebulu, kegiatan serupa kembali digelar di SDN 028 Muara Kaman, pada Jumat (24/10/2025).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Muara Kaman Berliang, Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar Pujianto, Kabid PAUD dan PNF Ida Wahyuni Sayekti, serta para tenaga pendidik dan masyarakat setempat.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan meriah. Anak-anak SDN 028 tampil memukau dengan tarian selamat datang yang disambut penuh antusias oleh rombongan dari Disdikbud Kukar.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan bingkisan kepada para peserta didik yang ikut memeriahkan acara tersebut.
Kepala bidang PAUD dan PNF Disdikbud Kukar, Pujianto, menjelaskan bahwa kegiatan kelas parenting menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
“Tujuannya untuk menumbuhkan kesadaran bersama tentang betapa pentingnya peran keluarga dalam proses tumbuh kembang dan pendidikan anak,” ujarnya.
Pujianto memaparkan bahwa, berdasarkan data tahun ajaran 2025-2026, jumlah anak usia dini di Kukar mencapai 29.425 anak.
Dari jumlah tersebut, 18.897 anak (64%) sudah terdaftar di satuan PAUD, sementara 10.528 anak (36%) lainnya belum mendapatkan layanan pendidikan pra-sekolah.
“Padahal, sesuai program wajib belajar 13 tahun, satu tahun di antaranya wajib ditempuh di jenjang PAUD sebelum masuk sekolah dasar,” jelasnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) PAUD Kukar, Maria Ester, mewakili Bunda PAUD Kukar, Andi Deezca Pravidhia Aulia Rahman menginisiasi inovasi “Anak Etam” (Aksi Nyata Kolaborasi Tangguh Majukan PAUD Bermutu) sebagai langkah konkret memperluas akses dan mutu pendidikan anak usia dini.
Program ini juga turut melibatkan kolaborasi lintas pihak mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga masyarakat.
Salah satu gerakan utama dalam inovasi tersebut adalah “Aksi 3D” (Data, Datangi, dan Daftarkan), yang menitikberatkan pada pendataan akurat anak usia dini, kunjungan langsung ke lapangan, serta pendaftaran aktif ke lembaga PAUD.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak usia dini yang tertinggal dari layanan pendidikan dasar,” tutup Maria. (Adv/Nr)








Users Today : 1241
Total Users : 405786
Views Today : 2065
Total views : 1435903
Who's Online : 6