Foto: Kepala Bidang PAUD dan PNF Disdikbud Kukar, Pujianto (Nur/publiknews)
Publiknews.co, Kutai Kartanegara – Pengurus baru Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masa bakti 2025-2030 resmi dilantik di Pendopo Odah Etam, Jumat (24/10/2025).
Pelantikan dilakukan langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, kepada Ketua Dekranasda Kukar, Andi Deescha Pravidhia Aulia Rahman Basri, beserta jajaran pengurusnya.
Dalam sambutannya, Bupati Aulia mengatakan pelantikan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif di daerah.
Bupati Aulia menilai, selama ini kegiatan Dekranasda lebih banyak berfokus pada pameran dan promosi produk, sementara sektor hulu yang menyangkut pembinaan dan pemberdayaan pengrajin perlu lebih diperkuat.
“Selama ini kita banyak bergerak di sisi hilir. Ke depan, fokusnya harus di hulu di para pengrajin. Mereka perlu diperkuat dari sisi kemampuan, peralatan, dan pendampingan agar hasilnya lebih baik dan berdaya saing,” tegas Aulia.
Ia menjelaskan, Pemkab Kukar akan menyiapkan pelatihan, peningkatan kapasitas, serta bantuan sarana produksi bagi para pelaku usaha kerajinan lokal.
“Selain pelatihan, nanti juga akan ada dukungan perizinan dan pemasaran supaya produk Kukar bisa naik kelas, bahkan bisa menembus pasar ekspor,” terangnya.
Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif melalui Dekranasda sejalan dengan 17 Program Unggulan Kukar Idaman Terbaik, terutama dalam upaya memberdayakan pelaku industri kreatif seperti pengrajin manik-manik, ulap doyo, dan ukiran kayu.
Ia juga berharap dunia pendidikan ikut berperan dalam memperkenalkan nilai-nilai keterampilan sejak dini.
“Kita ingin anak-anak sekolah mulai dikenalkan dengan kegiatan kerajinan. Kalau sejak kecil mereka mencintai produk lokal, kita sedang menyiapkan generasi kreatif masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kukar, Andi Deescha Pravidhia Aulia Rahman Basri, menyampaikan bahwa kepengurusan baru berkomitmen menjadikan Dekranasda bukan sekadar wadah pameran, tetapi pusat pengembangan dan pemberdayaan pengrajin.
“Kita ingin Dekranasda hadir sampai ke bawah. Fokus kita meningkatkan kemampuan pengrajin dan memperluas jaringan pemasaran agar mereka bisa mandiri,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Kukar, Pujianto, yang menyebutkan Dekranasda akan berkolaborasi dengan dunia pendidikan melalui integrasi keterampilan lokal ke dalam kurikulum muatan lokal.
“Kami ingin keterampilan daerah menjadi bagian dari pembelajaran. Anak-anak bisa belajar kerajinan khas Kukar seperti manik-manik atau tenun ulap doyo, sekaligus menanamkan kebanggaan terhadap budaya sendiri,” ungkapnya.
Selain itu, Pemkab Kukar juga menyiapkan program pemberdayaan penjahit lokal melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah penerima bantuan seragam gratis.
Produksi seragam akan dikerjakan oleh pelaku usaha jahit di Kukar agar perputaran ekonomi tetap berada di daerah. Program pelatihan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) juga diperluas untuk melahirkan masyarakat yang kreatif dan mandiri. (Adv/Nr)







Users Today : 1239
Total Users : 405784
Views Today : 2059
Total views : 1435897
Who's Online : 7