Foto : Salah satu Keramba Ikan milik warga di Desa Loa Ulung.
PUBLIKNEWS.CO, KUKAR – Terdesak keterbatasan potensi di sektor pertanian, Desa Loa Ulung di Kecamatan Tenggarong Seberang memilih beradaptasi.
Saat ini, perikanan air tawar menjadi motor utama dalam strategi transformasi ekonomi desa. Langkah ini dipandang sebagai solusi realistis untuk membangun kemandirian masyarakat berbasis sumber daya yang dimiliki.
Kepala Desa Loa Ulung, Hermi Kuaria menjelaskan, perubahan fokus dari pertanian ke perikanan bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Tanah yang kurang mendukung untuk bertani membuat warga harus mencari alternatif lain demi ketahanan ekonomi jangka panjang.
“Kalau kita tetap bertahan di pertanian, hasilnya tidak maksimal. Maka kami beralih ke budidaya ikan air tawar karena lebih menjanjikan dan bisa dikembangkan oleh semua lapisan warga,” ujar Hermi saat ditemui, Jumat (23/5/2025).
Saat ini, sedikitnya 14 kelompok nelayan telah terbentuk dan aktif mengelola keramba ikan di sejumlah titik desa. Gerakan ini tersebar merata hingga ke seluruh Rukun Tetangga (RT), agar tak ada wilayah yang tertinggal dalam proses pemberdayaan ekonomi.
Lebih dari sekadar inisiatif lokal, program ini juga mendapat dorongan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar.
Pemerintah kabupaten membantu menyediakan bibit ikan dan pakan, sebagai bentuk komitmen mendorong desa-desa pesisir untuk mandiri secara ekonomi.
Selain keramba, geliat perikanan juga mulai tampak dalam bentuk kolam budidaya mandiri yang diusahakan warga secara perorangan. Meski masih kecil skalanya, pemerintah desa menganggap hal ini sebagai sinyal positif dari meningkatnya kesadaran ekonomi berbasis potensi lokal.
Transformasi ekonomi ini pun mulai menunjukkan dampak. Beberapa warga mengaku terbantu dalam memenuhi kebutuhan harian dari hasil panen ikan. Bahkan, sejumlah kelompok kini mulai membidik pasar lokal untuk menjual hasil budidaya secara rutin.
Pemerintah desa menargetkan dalam dua tahun mendatang, Loa Ulung dapat menjadi contoh desa berbasis perikanan air tawar di wilayah Kukar. Fokus utamanya adalah mendorong keberlanjutan program dan meningkatkan kapasitas produksi.
“Kalau desa lain kuat di pertanian, kami pilih kuat di perikanan. Yang penting warga bisa hidup layak dan punya penghasilan,” tegas Hermi Kuaria. (Adv)






Users Today : 139
Total Users : 486036
Views Today : 294
Total views : 1573808
Who's Online : 2