Ket. Foto: Ist
Publiknews.co Samarinda – Desa Wisata Mentawir, yang terletak di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, memiliki potensi luar biasa sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).
Desa ini menonjolkan keindahan alam, budaya, dan edukasi lingkungan yang khas.
Mentawir terkenal dengan ekosistem hutan mangrove yang menjadi salah satu fokus utama pengembangan desa sebagai destinasi wisata edukasi.
Konservasi mangrove di desa ini telah berjalan dengan penanaman ribuan pohon setiap tahun.
Selain itu, wisatawan dapat menikmati pesona Teluk Balikpapan, jeram sungai, hutan bambu, serta panorama hutan tropis yang menawan.
Budaya lokal suku Paser juga menjadi daya tarik, terutama melalui tarian Ronggeng khas Mentawir dan cerita asal-usul desa.
Fasilitas wisata yang tersedia meliputi kios suvenir, mushola, spot foto, serta area untuk kuliner.
Namun, akses ke desa ini masih menjadi tantangan, dengan keterbatasan jaringan komunikasi dan air bersih.
Oleh karena itu, Dinas Pariwisata Kalimantan Timur bersama masyarakat lokal terus berupaya meningkatkan infrastruktur dan sumber daya manusia untuk mendukung pengembangan wisata yang berkelanjutan.
Mentawir memiliki visi untuk menjadi pusat wisata berbasis konservasi dan edukasi.
Program-program pelatihan bagi masyarakat lokal diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pengelolaan destinasi, sehingga wisatawan dapat merasakan pengalaman yang lebih bermakna.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas lokal, desa ini diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Desa Wisata Mentawir bukan hanya destinasi rekreasi, tetapi juga simbol komitmen Kalimantan Timur dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya lokal di tengah pembangunan IKN.
Penulis Ainunnisa






Users Today : 901
Total Users : 406714
Views Today : 2133
Total views : 1438208
Who's Online : 11