• Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
PublikNews.co
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional
No Result
View All Result
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional
No Result
View All Result
PublikNews.co
No Result
View All Result
Home Advetorial

Disbun Kukar Dorong Perkebunan Sawit Rakyat Lewat Skema CPCL

Redaksi by Redaksi
Juli 6, 2025
in Advetorial, Diskominfo Kukar, Kukar
0 0
0
Disbun Kukar Dorong Perkebunan Sawit Rakyat Lewat Skema CPCL
Bagikan

Foto : Para Pekerja di Perkebukan Kalapa Sawit.

PUBLIKNEWS.CO, KUKAR – Dinas Perkebunan (Disbun) Kutai Kartanegara terus memperkuat program pengembangan perkebunan dengan fokus pada kebutuhan riil masyarakat petani.

Pendekatan ini dijalankan secara terstruktur melalui sistem CPCL (Calon Petani Calon Lahan) guna memastikan bantuan tepat sasaran.

Kabid Perlindungan Perkebunan Disbun Kukar, Rudiyanto Hamli, menyampaikan bahwa pihaknya mengutamakan bantuan kebun rakyat dan tetap mengawasi jalannya perusahaan besar di sektor perkebunan. Legalitas lahan dan kelompok tani menjadi kunci utama dalam pengajuan bantuan.

“Kami ingin bantuan benar-benar menyentuh petani dan sesuai aturan. CPCL menjadi instrumen utama,” jelas Rudiyanto, Minggu (6/7/2025).

Disbun Kukar membuka peluang bagi masyarakat yang ingin mengembangkan kelapa sawit, asalkan memenuhi ketentuan administratif dan kesiapan teknis. Tak hanya sawit, komoditas lokal lain juga terus didorong pengembangannya.

“Karet, kopi, kakao, lada, dan kelapa dalam juga kami perhatikan. Tidak hanya tergantung pada sawit,” katanya.

Rudiyanto mengakui, kelapa sawit masih menjadi unggulan dengan pendekatan ekstensifikasi dan intensifikasi. Namun tren masyarakat kini mulai melirik jenis kelapa seperti batok dan genjah karena adaptasi dan pasarnya yang lebih fleksibel.

“Pasarnya lebih menjanjikan dan lebih mudah dirawat,” tambahnya.

Wilayah pesisir seperti Samboja dan Muara Jawa jadi lokasi utama pengembangan kelapa dalam. Meski begitu, tantangan infrastruktur pengendali air laut masih jadi hambatan.

“Air pasang sangat mempengaruhi tanah. Ini perlu perbaikan teknis dulu,” ungkapnya.

Maka dari itu, Ia berharap pendekatan lapangan tetap menjadi fokus agar petani mendapat manfaat nyata dari program.

“Kami ingin semua berjalan berdasarkan kesiapan, bukan hanya administrasi,” tutup Rudiyanto. (Adv)

Post Views: 121
Previous Post

Sarkowi Dorong Sinergi Antar Komisi DPRD Kaltim dalam Penegakan Hukum Tambang yang Cemari Lingkungan

Next Post

Reses di Lok Bahu, Subandi Serap Aspirasi Warga Terkait Banjir dan Infrastruktur Lingkungan

Redaksi

Redaksi

Next Post
Reses di Lok Bahu, Subandi Serap Aspirasi Warga Terkait Banjir dan Infrastruktur Lingkungan

Reses di Lok Bahu, Subandi Serap Aspirasi Warga Terkait Banjir dan Infrastruktur Lingkungan

Statistik Pengunjung

450301
Users Today : 397
Total Users : 418192
Views Today : 837
Total views : 1461790
Who's Online : 3
Your IP Address : 216.73.217.145
Server Time : 2026-05-02
PublikNews.co

Navigate Site

  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi

PT. PUTRA BORERO INDAH BERJAYA

No Result
View All Result
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In