Foto: Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kukar, M. Saidar saat berbincang pada Malam Ekspresi Budaya Tradisional Kukar di Taman Titik Nol Tenggarong.
Publiknews.co, Kutai Kartanegara – Melestarikan budaya Kutai ternyata bukan hanya tugas pemerintah dan seniman saja. Dunia usaha juga punya peran penting untuk ikut menjaga identitas daerah agar tidak terkikis zaman.
Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kukar, M. Saidar, mengingatkan hal ini saat menjadi narasumber dalam acara Bincang Malam Ekspresi Budaya Tradisional Kukar di Taman Titik Nol Tenggarong.
Menurutnya, perusahaan bisa berkontribusi lewat program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP). Salah satunya dengan membina komunitas seni di sekitar wilayah operasional mereka.
“Kolaborasi ini sangat mungkin dilakukan. Bahkan di beberapa kecamatan sudah ada perusahaan yang mulai mendukung kegiatan budaya,” jelas Saidar.
Ia juga menyinggung peran organisasi Sempekat Keran Putai yang selama ini menjadi jembatan komunikasi antara seniman, masyarakat, pemerintah, dan swasta. Menurutnya, keberadaan organisasi semacam ini sangat membantu agar budaya Kutai tetap tegak berdiri.
Tak hanya itu, Saidar menilai ruang publik perlu lebih terbuka bagi seniman. Bukan hanya panggung formal, tapi juga taman kota, pasar, hingga pusat keramaian bisa menjadi tempat berekspresi.
“Yang penting ada wadah untuk berkarya sekaligus melestarikan identitas budaya,” katanya.
Menutup perbincangan, Saidar mengingatkan masyarakat Kukar akan segera menyambut agenda besar, Erau Adat Kutai pada September mendatang.
“Erau bukan sekadar festival, tapi warisan yang punya makna mendalam. Sudah seharusnya kita jaga kesakralannya,” tutupnya. (Adv/Nr)







Users Today : 255
Total Users : 491348
Views Today : 559
Total views : 1583800
Who's Online : 2