Foto: Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor
Publiknews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan bahwa persiapan Erau Adat Kutai (Erau) 2025 berjalan matang.
Berbagai langkah dipersiapkan agar pesta adat terbesar di tanah Kutai ini berlangsung meriah, efisien, dan tetap menjunjung nilai sakral yang diwariskan leluhur.
Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menjelaskan bahwa peluncuran resmi Erau akan dilakukan dalam waktu dekat. Pada acara tersebut, pemerintah bersama Kesultanan Kutai akan mengumumkan tema, logo, lagu ikon, serta rangkaian kegiatan Erau 2025.
“Tahun ini kita ingin penyelenggaraan lebih tertata. Semua akan dilaunching secara resmi, mulai dari tema hingga rangkaian kegiatan,” jelas Thauhid sapaan akrabnya pada publiknews.co, di Kedaton, Tenggarong, Rabu (20/8/2025).
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah tarian massal pada pembukaan. Jika tahun lalu jumlah penari mencapai sekitar 750 orang, pada tahun ini hanya sekitar 400 penari yang disiapkan. Menurut Thauhid, pengurangan jumlah ini bukan mengurangi kemeriahan, melainkan menyesuaikan kebutuhan koreografer dan kapasitas panggung stadion.
“Kami menyesuaikan jumlah penari agar lebih efektif. Kalau terlalu banyak justru bisa mengganggu koreografi. Selain itu, kami juga mempertimbangkan kondisi anggaran,” ujarnya.
Prosesi adat di dalam Kedaton tetap menjadi wewenang penuh Kesultanan, sementara pemerintah hanya mendukung kegiatan di luar seperti tarian massal, prosesi besar, hingga belimbur.
Untuk publikasi, seluruh rangkaian prosesi adat akan diliput secara menyeluruh. Mulai dari tradisi Menjamu Benua di Mangkurawang, prosesi Biru Dingin, hingga kegiatan di Lamin, yang merupakan bagian dari upacara adat Erau melibatkan beberapa tahapan penting, termasuk Mendirikan Tiang Ayu, Bepelas, Ngulur Naga dan Belimbur semua adat tradisi akan terdokumentasikan.
Thauhid memastikan bahwa pembukaan Erau 2025 akan dilakukan langsung oleh Sultan Aji Muhammad Arifin, sebagai pemegang amanah adat tertinggi.
“Pemerintah hanya memberikan sambutan, sementara hak membuka tetap milik Sultan. Itu bentuk penghormatan kami terhadap adat Kutai,” pungkasnya. (Adv/Nr)







Users Today : 281
Total Users : 491887
Views Today : 628
Total views : 1584982
Who's Online : 2