Publiknews.co Samarinda — Keterbatasan akses jalan dan infrastruktur pertanian masih menjadi persoalan mendesak yang dihadapi masyarakat Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Hal ini mendorong Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Baharuddin Muin, untuk menyuarakan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah tersebut.
Menurut Baharuddin, kondisi jalan usaha tani yang belum memadai menghambat mobilitas petani, khususnya dalam proses distribusi hasil pertanian ke pasar.
“Masih banyak petani yang kesulitan mencapai lahan maupun menjual hasil panennya karena akses jalan yang buruk. Maka dari itu, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Politikus Partai Gerindra ini menilai Babulu menyimpan potensi besar di sektor pertanian yang hingga kini belum tergarap secara maksimal, terutama akibat minimnya infrastruktur penunjang seperti irigasi dan jalan penghubung antarwilayah.
Ia juga menekankan urgensi pembangunan bendungan Talaki dan jaringan irigasi sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Wilayah ini memiliki potensi besar menjadi sentra pangan Kalimantan Timur, tetapi hal tersebut tidak akan tercapai tanpa dukungan infrastruktur yang memadai. Sistem irigasi dan pembangunan bendungan harus menjadi bagian dari rencana pembangunan jangka menengah,” tegasnya.
Hingga saat ini, Baharuddin mengungkapkan bahwa belum terdapat penganggaran spesifik yang ditujukan untuk pembangunan infrastruktur strategis tersebut, baik dalam APBD Perubahan tahun berjalan maupun rencana awal APBD tahun 2026.
Meski demikian, dirinya berkomitmen untuk terus memperjuangkan kebutuhan tersebut dalam forum pembahasan legislatif.
“Ini bukan sebatas janji politik, tetapi bentuk respons terhadap kebutuhan nyata masyarakat. Kami akan terus mengawal dan memperjuangkannya di tingkat DPRD,” imbuhnya.
Selain persoalan jalan dan pertanian, masyarakat Babulu juga menyampaikan sejumlah kebutuhan lainnya, seperti air bersih, akses pendidikan gratis, hingga layanan kesehatan yang merata.
Baharuddin memastikan bahwa seluruh aspirasi tersebut akan menjadi bagian dari agenda pengawasan dan penganggaran yang dibawanya sebagai wakil rakyat.
Menariknya, beberapa waktu lalu Babulu sempat dikunjungi oleh Menteri Pertanian dalam rangka kunjungan kerja.
Bagi Baharuddin, kehadiran pejabat pusat ini merupakan sinyal positif bahwa pemerintah mulai memberi perhatian terhadap daerah yang selama ini kurang tersorot.
“Kita berharap kunjungan tersebut tidak hanya bersifat seremonial. Diperlukan langkah lanjutan dalam bentuk program konkret yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Ia pun berharap agar sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat dapat mempercepat pembangunan di Babulu.
Dengan infrastruktur yang memadai, ia optimistis sektor pertanian akan berkembang pesat dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan petani.
“Apabila kebutuhan infrastruktur ini segera ditangani, kami yakin Babulu akan menjadi salah satu lumbung pangan andalan Kalimantan Timur,” pungkasnya.
(ADV/DPRD KALTIM)







Users Today : 6
Total Users : 514900
Views Today : 9
Total views : 1627315
Who's Online : 7