Publiknews.co, Samarinda – Penggunaan kendaraan listrik mulai dipandang sebagai salah satu alternatif transportasi yang dapat mendukung upaya menjaga kualitas lingkungan di Kota Samarinda. DPRD Samarinda pun mendorong masyarakat, terutama kalangan muda, untuk mulai mempertimbangkan kendaraan listrik dalam menunjang mobilitas sehari-hari.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, M Adriansyah, mengatakan persoalan lingkungan perkotaan tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sampah dan kebersihan. Emisi yang dihasilkan kendaraan bermotor juga perlu menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap kualitas udara.
“Menjaga lingkungan bukan hanya soal kebersihan rumah, tetapi juga bagaimana kita menggunakan kendaraan. Motor listrik bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi polusi,” ujar Adriansyah, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, generasi muda dapat menjadi salah satu kelompok yang mendorong perubahan pola penggunaan kendaraan. Perkembangan teknologi kendaraan listrik yang semakin beragam juga dinilai dapat menjadi pertimbangan bagi masyarakat untuk mulai beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak.
“Anak muda sekarang harus mulai melihat kendaraan listrik. Selain tampilannya sudah bagus, penggunaannya juga lebih ramah lingkungan,” katanya.
Meski demikian, Adriansyah memahami bahwa kendaraan listrik belum menjadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat Samarinda. Harga pembelian yang dinilai relatif tinggi dibandingkan sejumlah sepeda motor konvensional menjadi salah satu pertimbangan calon pengguna.
Ia menyarankan masyarakat tidak hanya melihat nilai pembelian kendaraan pada awal transaksi. Perhitungan biaya operasional dalam jangka panjang juga perlu menjadi pertimbangan sebelum menentukan pilihan kendaraan.
“Kalau kita melihatnya untuk jangka panjang, jangan hanya melihat harga belinya. Penggunaan energi dan biaya operasional juga harus dihitung,” jelasnya.
Adriansyah menilai kendaraan listrik memiliki peluang untuk memberikan efisiensi dari sisi penggunaan energi. Selain itu, semakin banyak masyarakat menggunakan kendaraan yang tidak menghasilkan emisi langsung dari knalpot, ketergantungan terhadap bahan bakar minyak juga berpotensi berkurang.
Namun, ia mengakui peralihan menuju kendaraan listrik tidak dapat berlangsung secara instan. Diperlukan pemahaman masyarakat, dukungan infrastruktur serta edukasi yang berkelanjutan agar kendaraan ramah lingkungan dapat diterima lebih luas.
Karena itu, DPRD Samarinda mendorong penguatan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat penggunaan kendaraan listrik. Menurutnya, pilihan tersebut sebaiknya tidak hanya didasarkan pada perkembangan teknologi atau tren, tetapi juga pada pertimbangan dampaknya terhadap lingkungan.
“Semakin banyak masyarakat menggunakan kendaraan ramah lingkungan, semakin besar pula kontribusinya dalam menciptakan kualitas lingkungan perkotaan yang lebih baik,” pungkas Adriansyah.(adv)







Users Today : 62
Total Users : 488803
Views Today : 121
Total views : 1578721
Who's Online : 8