Ket Foto: Anggota DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim.
Publiknews.co, Samarinda – Keberadaan manusia silver yang masih sering ditemui di sejumlah ruas jalan dan persimpangan Kota Samarinda kembali menjadi perhatian DPRD. Penanganan persoalan tersebut dinilai tidak cukup hanya mengandalkan operasi penertiban, tetapi juga membutuhkan solusi yang menyentuh faktor penyebab munculnya fenomena tersebut.
Anggota DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, menegaskan bahwa langkah penertiban oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tetap diperlukan untuk menjaga ketertiban umum. Namun, menurutnya, upaya tersebut harus dibarengi dengan program pemberdayaan yang mampu memberikan alternatif penghasilan bagi masyarakat yang menggantungkan hidup di jalanan.
Ia menilai sebagian besar manusia silver memilih aktivitas tersebut karena tekanan ekonomi dan terbatasnya akses terhadap pekerjaan yang mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Penertiban memang perlu dilakukan secara berkelanjutan. Tetapi kalau hanya mengandalkan razia tanpa solusi lain, persoalan yang sama akan terus berulang,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Menurut Abdul Rohim, pemerintah daerah perlu memperkuat program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, mulai dari pelatihan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, hingga perluasan kesempatan kerja bagi kelompok yang rentan secara sosial dan ekonomi.
Ia menekankan bahwa fenomena manusia silver tidak bisa dipandang semata sebagai persoalan pelanggaran ketertiban. Di baliknya terdapat kondisi ekonomi yang mendorong sebagian warga mencari penghasilan di ruang-ruang publik.
“Yang harus dilihat bukan hanya keberadaan mereka di jalan, tetapi juga apa yang menyebabkan mereka berada di sana. Faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab yang perlu mendapat perhatian serius,” katanya.
Selain itu, Abdul Rohim juga menyoroti dampak yang ditimbulkan terhadap keselamatan lalu lintas. Aktivitas manusia silver di tengah padatnya kendaraan dinilai berisiko membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya, terutama di persimpangan dengan tingkat mobilitas yang tinggi.
Karena itu, ia meminta Satpol PP tetap konsisten melakukan pengawasan di lapangan serta menindaklanjuti laporan masyarakat terkait keberadaan manusia silver di berbagai titik dalam kota.
Menurutnya, pendekatan yang menggabungkan penegakan aturan dengan program sosial dan ekonomi akan lebih efektif dibandingkan penanganan yang hanya bersifat represif.
“Ketika masyarakat memiliki peluang kerja yang lebih baik dan kebutuhan dasarnya terpenuhi, maka ketergantungan untuk mencari penghasilan di jalan akan berkurang dengan sendirinya. Itu yang harus menjadi fokus bersama,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah dapat membangun strategi penanganan yang lebih menyeluruh sehingga persoalan manusia silver tidak hanya berkurang untuk sementara waktu, tetapi dapat ditangani secara berkelanjutan.
Abdul Rohim menambahkan, upaya menjaga ketertiban kota harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, ruang publik tetap tertata, sementara warga yang terdampak persoalan ekonomi juga memperoleh kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih layak dan produktif. (advdprdsamarinda)





Users Today : 276
Total Users : 473035
Views Today : 497
Total views : 1555052
Who's Online : 2