Publiknews.co Samarinda – Komisi III DPRD Kota Samarinda memperkuat perannya dalam pengawasan terhadap proses pemulihan Big Mall yang mengalami dua kali insiden kebakaran.
Langkah ini ditegaskan usai kunjungan lapangan yang dilakukan pada Senin (22/07/2025), untuk memantau langsung kondisi terkini serta menilai upaya perbaikan yang dilakukan oleh pihak manajemen.
Ketua Komisi III, Deni Hakim Anwar, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi kontrol legislatif, bukan sekadar peninjauan lokasi.
“Kehadiran kami merupakan bentuk pengawasan aktif. Kami ingin memastikan seluruh tahapan pemulihan yang dilakukan benar-benar mengikuti standar teknis dan tidak dilakukan secara sembarangan,” ujar Deni di lokasi.
Deni menjelaskan bahwa salah satu fokus DPRD adalah memastikan tindak lanjut yang dilakukan pasca pembukaan polis asuransi tambahan oleh pihak pengelola pada 6 Juli lalu.
Ia menilai, upaya pemulihan baru mulai berjalan setelah proses administrasi asuransi tersebut selesai.
“Setelah polis tambahan dibuka, perbaikan mulai dilakukan. Namun kami ingin memastikan bahwa proses tersebut berjalan sesuai prosedur dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Komisi III juga mendorong pihak kepolisian untuk segera merampungkan hasil investigasi forensik guna menjadi dasar penanganan lebih lanjut.
“Kami menekankan pentingnya hasil forensik segera disampaikan. Ini penting sebagai acuan dalam menetapkan strategi pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Lebih lanjut, DPRD mengingatkan pentingnya keterbukaan dan sinergi antarinstansi teknis, terutama Dinas PUPR, agar proses rekonstruksi dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya formalitas administratif.
“Kami tidak ingin perbaikan hanya sekadar terlihat berjalan. Harus ada evaluasi teknis yang menyeluruh agar keamanan bangunan benar-benar terjamin,” tambahnya.
Sebagai bagian dari tanggung jawab pengawasan, Deni juga menyampaikan bahwa DPRD meminta laporan berkala dari manajemen Big Mall untuk memantau perkembangan dan langkah pencegahan yang diterapkan.
“Kami akan terus mengikuti perkembangan proyek pemulihan ini. Laporan rutin sangat dibutuhkan sebagai bentuk akuntabilitas dan perlindungan bagi keselamatan publik,” tutupnya.
penulis nisnun editor editor redaksi







Users Today : 551
Total Users : 514582
Views Today : 728
Total views : 1626864
Who's Online : 3