Ket Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi.
Publiknews.co Samarinda – DPRD Kota Samarinda membuka kesempatan bagi kalangan pelajar untuk mengenal lebih dekat proses kerja lembaga legislatif sebagai bagian dari penguatan pendidikan Pancasila dan demokrasi sejak usia sekolah.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, menilai pembelajaran mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara akan lebih efektif jika disertai pengalaman langsung. Menurutnya, siswa tidak hanya perlu memahami teori yang diperoleh di ruang kelas, tetapi juga melihat bagaimana nilai-nilai demokrasi dan Pancasila diterapkan dalam praktik pemerintahan.
Ia mengatakan, pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan pemahaman lebih mendalam mengenai nilai kebangsaan melalui pendekatan yang aplikatif dan mudah dipahami.
“Pendidikan Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan. Anak-anak perlu memahami bagaimana nilai-nilai itu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan masyarakat,” ujarnya, Jumat (2/10/2026).
Sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan tersebut, DPRD Samarinda membuka ruang bagi sekolah yang ingin mengajak siswanya belajar langsung di lingkungan parlemen daerah. Melalui kunjungan itu, para pelajar dapat mengenal tugas, fungsi, serta peran anggota dewan dalam menjalankan tanggung jawabnya kepada masyarakat.
Selain menerima kunjungan sekolah, Ismail menyebut para legislator juga siap hadir ke sekolah-sekolah untuk berbagi pengetahuan terkait sistem pemerintahan, demokrasi, hingga fungsi lembaga perwakilan rakyat.
“Kami terbuka untuk kegiatan pembelajaran seperti ini. Sekolah bisa datang ke DPRD untuk melihat langsung aktivitas lembaga legislatif, atau kami yang hadir ke sekolah untuk berdiskusi bersama para siswa,” katanya.
Menurutnya, interaksi langsung antara pelajar dan anggota dewan dapat memberikan pemahaman yang lebih nyata mengenai proses pengambilan kebijakan serta peran masyarakat dalam sistem demokrasi. Kesempatan tersebut juga dapat dimanfaatkan siswa untuk bertanya dan berdialog mengenai berbagai isu yang mereka temui di lingkungan sekitar.
Ismail menilai pendekatan tersebut menjadi salah satu cara memperkenalkan pendidikan politik yang sehat kepada generasi muda. Dengan memahami fungsi lembaga negara sejak dini, pelajar diharapkan memiliki kesadaran sebagai warga negara sekaligus memahami pentingnya partisipasi dalam kehidupan demokrasi.
Lebih jauh, ia berharap kegiatan edukatif semacam itu mampu membentuk karakter generasi muda yang menjunjung nilai-nilai Pancasila serta memiliki kepedulian terhadap kepentingan masyarakat.
“Harapan kami, anak-anak tumbuh menjadi generasi yang memahami nilai kebangsaan, memiliki karakter kepemimpinan yang baik, serta mampu menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas,” pungkasnya.
(adv/dprdsamarinda)
penulis Ainun editor redaksi






Users Today : 327
Total Users : 508433
Views Today : 646
Total views : 1615857
Who's Online : 3