Ket. Foto: Ist
Publiknews.Co, Samarinda — Terletak di kawasan karst Kampung Merabu, Kabupaten Berau, Goa Beloyot menyimpan jejak prasejarah berusia ribuan tahun yang menjadi daya tarik wisata dan penelitian. Goa ini dikenal karena lukisan dindingnya berupa cap tangan manusia, gambar hewan, serta simbol khas Dayak yang diperkirakan berumur antara 4.000 hingga 10.000 tahun. Lukisan ini memberikan gambaran tentang kehidupan masa lampau, termasuk seni dan struktur sosial masyarakat prasejarah.
Perjalanan menuju Goa Beloyot menantang tetapi penuh pesona. Dari Kampung Merabu, pengunjung harus menempuh perjalanan sejauh 4 km melalui hutan tropis dengan medan yang cukup terjal. Sesampainya di lokasi, pengunjung dihadapkan pada lorong-lorong gua yang sempit dan gelap, sehingga alat penerangan sangat diperlukan. Ada juga bagian gua yang membutuhkan kemampuan mendaki karena kemiringannya mencapai 90 derajat. Meski demikian, pemandangan hutan tropis dan nuansa sejarah yang kuat membuat usaha ini sepadan.
Keberadaan Goa Beloyot tidak hanya menyimpan nilai sejarah tetapi juga penting bagi budaya masyarakat Dayak Basaf setempat. Tapak tangan di gua ini dipercaya sebagai simbol strata sosial dan dianggap sebagai warisan nenek moyang yang harus dijaga. Bahkan, legenda lokal menghubungkan tapak-tapak tangan ini dengan sosok mitos Dayang Bunga Inuq, seorang wanita Dayak yang dikenal karena kesaktiannya.
Dinas Pariwisata Kalimantan Timur mendorong pelestarian Goa Beloyot sebagai destinasi wisata edukatif dan budaya. Dukungan ini tidak hanya untuk menjaga situs prasejarah tetapi juga mempromosikan keindahan alam dan budaya khas Kalimantan Timur kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dengan mengunjungi Goa Beloyot, wisatawan dapat menikmati pengalaman unik menggabungkan petualangan, pengetahuan sejarah, dan kekayaan budaya setempat.
Penulis: Retno | Editor: Ahmadi








Users Today : 460
Total Users : 441060
Views Today : 916
Total views : 1500942
Who's Online : 7