Publiknews.co Samarinda – Pembangunan Jembatan Sungai Nibung yang menghubungkan kawasan pesisir Kutai Timur dengan pusat pemerintahan Provinsi Kalimantan Timur menjadi harapan besar bagi percepatan konektivitas dan pemerataan pembangunan.
Proyek ini digadang-gadang sebagai kunci pembuka akses transportasi darat dari wilayah pesisir ke Samarinda, yang selama ini membutuhkan waktu tempuh berjam-jam.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifah Syadiah, menilai keberadaan jembatan tersebut bukan hanya sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan fondasi penting bagi mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta akses terhadap pelayanan dasar di wilayah pesisir yang selama ini tergolong terisolasi.
“Ketika jembatan ini selesai, warga dari Tanjung Redeb, Kelai, dan kawasan pesisir lainnya tidak lagi harus menempuh perjalanan delapan jam. Akses menuju Samarinda akan menjadi jauh lebih cepat dan efisien,” jelas Syarifah, Minggu (13/7/2025).
Ia menjelaskan bahwa proyek pembangunan jembatan telah berjalan dalam beberapa tahap, namun hingga saat ini masih belum mencapai penyelesaian akhir. Meski sebagian struktur telah berdiri, bagian inti jembatan masih belum terhubung.
“Proyek ini tidak boleh dibiarkan terbengkalai. Bila tidak diselesaikan, selain membuang sumber daya dan anggaran, manfaat jangka panjangnya pun akan tertunda. Padahal masyarakat sangat menantikannya,” ujarnya tegas.
Syarifah juga menyoroti pentingnya percepatan penyelesaian infrastruktur jalan penghubung dari Kutai Timur menuju Kabupaten Berau.
Ia menyambut baik komitmen Pemerintah Provinsi yang telah memulai tahap pembangunan awal pada tahun ini.
“Gubernur telah menunjukkan komitmennya untuk membuka jalur darat menuju Berau. Kami di DPRD tentu akan terus mengawal agar keberlanjutan proyek ini terjamin dalam anggaran tahun-tahun mendatang,” imbuhnya.
Medan berat dan akses terbatas di lokasi proyek menjadi tantangan tersendiri.
Oleh karena itu, Syarifah berencana melakukan peninjauan langsung ke lokasi, meskipun membutuhkan kendaraan khusus seperti double gardan untuk mencapai titik pembangunan.
Menurutnya, dampak dari selesainya proyek ini tidak hanya akan dirasakan pada sektor transportasi, tetapi juga akan mempermudah distribusi logistik, akses pendidikan, dan pelayanan kesehatan yang selama ini masih menjadi tantangan bagi masyarakat pesisir.
“Kita tidak sedang bicara tentang sebuah jembatan semata, tetapi tentang perubahan besar bagi masa depan wilayah-wilayah yang selama ini terpinggirkan. Konektivitas adalah syarat utama menuju pembangunan yang merata,” tutup Syarifah.
(ADV)
Penulis: Nisnun | Editor: Redaksi





Users Today : 234
Total Users : 513440
Views Today : 295
Total views : 1625405
Who's Online : 1