Ket. Foto: Ist
Publiknews.Co, Samarinda — Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) di Tarakan, Kalimantan Utara, merupakan destinasi wisata yang menggabungkan pelestarian lingkungan dengan pengalaman edukasi.
Terletak di Jalan Gajah Mada, Karang Rejo, Tarakan Barat, kawasan ini mencakup lahan seluas 22 hektare. Hutan mangrove ini tidak hanya menjadi habitat bekantan, satwa endemik Kalimantan, tetapi juga berfungsi sebagai paru-paru kota, pelindung dari abrasi pantai, dan penyerap karbon alami.
Daya tarik utama KKMB adalah bekantan yang hidup berkelompok. Wisatawan dapat mengamati perilaku mereka dari trotoar kayu yang dirancang khusus. Tersedia juga menara pengamatan setinggi 16 meter yang memungkinkan pengunjung menikmati panorama hutan dan sebagian wilayah pesisir Tarakan.
Fenomena alam seperti pasang surut air laut turut menambah pengalaman wisata, memberikan peluang melihat biota laut seperti ikan dan kepiting yang unik.
Selain wisata alam, KKMB juga menjadi pusat edukasi, mengajarkan pentingnya menjaga ekosistem mangrove. Dengan tiket masuk yang terjangkau, sekitar Rp5.000, kawasan ini menjadi tujuan favorit wisatawan lokal dan luar daerah. Jam operasionalnya mulai pukul 09.00 hingga 17.00 waktu setempat.
Upaya pengelolaan kawasan ini tidak hanya bertujuan melestarikan lingkungan, tetapi juga mendukung sektor pariwisata yang berkelanjutan.
Sebagai salah satu ikon ekowisata di Kalimantan Utara, KKMB menghadapi tantangan seperti pembalakan liar dan pencemaran. Namun, melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi non-pemerintah, kawasan ini terus dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan yang mendukung ekonomi lokal dan memperkenalkan keanekaragaman hayati Kalimantan kepada dunia.
Dengan segala keunikannya, KKMB adalah destinasi yang tak boleh dilewatkan bagi siapa pun yang ingin merasakan harmoni antara keindahan alam dan pembelajaran lingkungan.
Penulis: Retno | Editor: Ahmadi






Users Today : 81
Total Users : 405894
Views Today : 183
Total views : 1436258
Who's Online : 10