Ket. Foto: Ist
Publiknews.Co, Samarinda — Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki berbagai pakaian adat yang tidak hanya sarat dengan makna budaya tetapi juga telah berkembang menjadi bagian dari mode modern.
Pakaian-pakaian ini tidak hanya menarik perhatian sebagai simbol identitas budaya, tetapi juga mulai diterima dalam dunia fashion yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun di pasar internasional.
Di antara ragam pakaian adat khas Kaltim, terdapat busana dari berbagai suku seperti Dayak, Kutai, dan Paser yang terus dipertahankan dan disesuaikan dengan tren modern.
Misalnya, pakaian pengantin khas Kutai yang disebut Baju Sakai, yang sering dipakai dalam upacara adat, kini mulai banyak dikenakan dalam berbagai acara formal.
Baju Sakai terdiri dari kebaya lengan panjang dengan batik khas Kutai di bagian bawah, ditambah dengan kalung bertingkat dan hiasan kepala yang terbuat dari bunga melati dan tajok mawar.
Selain itu, pakaian Ta’a dan Sapei Sapaq dari Suku Dayak Kenyah juga menjadi perhatian. Pakaian Ta’a untuk wanita terbuat dari kain beludru hitam dengan aksesoris manik-manik yang menunjukkan karakter berwibawa, sementara Sapei Sapaq untuk pria dipadukan dengan celana pendek dan mandau, menciptakan tampilan yang semakin diadaptasi untuk keperluan panggung dan acara budaya.
Kalimantan Timur juga melestarikan pakaian adat lainnya seperti Bulan Kurung, yang banyak digunakan oleh para dukun dan memiliki desain unik dengan tambahan manik-manik khas. Busana tradisional ini kini mulai dipakai dalam acara-acara yang memperkenalkan budaya lokal kepada dunia luar.
Upaya pemerintah daerah, melalui Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, dalam mempromosikan pakaian adat ini semakin terlihat. Dalam beberapa tahun terakhir, pakaian adat Kaltim turut diperkenalkan dalam berbagai event budaya dan fashion show, yang tidak hanya bertujuan untuk melestarikan warisan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, terutama dalam industri fashion berbasis kain tradisional.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, pakaian adat Kalimantan Timur tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang menjadi simbol kebanggaan yang berdaya saing global.
Penulis: Retno | Editor: Ahmadi






Users Today : 74
Total Users : 400302
Views Today : 115
Total views : 1426395
Who's Online : 6