Publiknews.co Samarinda – Ketahanan wilayah pesisir di Pulau Maratua dan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kini berada dalam ancaman serius.
Bukan hanya abrasi yang terus menggerus garis pantai, melainkan juga keterbatasan infrastruktur dasar yang menghambat potensi wisata kawasan unggulan ini.
Hal itu menjadi sorotan tegas dari Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Husin Djufri, yang baru saja melakukan kunjungan ke daerah tersebut.
Husin mengungkapkan bahwa masyarakat lokal kini dihadapkan pada kekhawatiran mendalam terhadap kerusakan lingkungan pesisir yang kian masif.
“Jika abrasi tidak segera ditangani, sumber air tawar bisa hilang, dan kawasan wisata yang menjadi kebanggaan daerah bisa rusak permanen,”ujarnya pada Selasa (8/7/2025).
Ia menekankan pentingnya intervensi cepat melalui pembangunan fisik penahan abrasi, seperti pemasangan struktur beton pelindung ombak, reklamasi pantai terbatas, serta penghijauan kembali dengan tanaman mangrove.
Menurutnya, upaya ini telah dimulai oleh pemerintah kabupaten, namun keterbatasan anggaran menjadi penghambat utama.
Di luar isu lingkungan, Husin juga menyoroti lemahnya konektivitas telekomunikasi dan keterbatasan distribusi bahan bakar minyak (BBM), yang berdampak langsung pada geliat industri pariwisata lokal.
Minimnya kualitas sinyal dan ketiadaan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBU/SPPU) yang memadai membuat pelaku usaha dan wisatawan mengalami kesulitan logistik dan komunikasi.
“Pulau ini memiliki kekuatan daya tarik wisata yang luar biasa. Sayangnya, kualitas jaringan dan pasokan energi masih jauh dari memadai. Kita tidak bisa berharap wisata tumbuh jika kebutuhan dasar seperti itu saja belum terpenuhi,”tegas politisi PPP tersebut.
Tak hanya infrastruktur darat dan telekomunikasi, Husin juga menyoroti belum optimalnya pemanfaatan fasilitas bandara di wilayah tersebut.
Menurutnya, percepatan operasional bandara harus menjadi prioritas dalam rangka membuka akses lebih luas bagi wisatawan dan memudahkan logistik.
Husin mendesak Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk mengambil peran lebih aktif dan tidak membiarkan kabupaten berjuang sendiri.
Ia menyebut pentingnya sinergi lintas pemerintah untuk memastikan kawasan pesisir Kaltim, khususnya Maratua-Derawan, tidak hanya bertahan dari kerusakan alam, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata unggulan yang berkelanjutan.
“Maratua dan Derawan bisa jadi ikon wisata nasional, tapi tanpa infrastruktur yang layak dan perlindungan lingkungan yang memadai, semua potensi itu bisa lenyap,”tandasnya.
Penulis Nisnun Editor Redaksi






Users Today : 167
Total Users : 513373
Views Today : 204
Total views : 1625314
Who's Online : 4